Buaya Besar Muncul di Parit Belanda, Warga Sekitar Sebut Pertanda

Redaksi Redaksi
Buaya Besar Muncul di Parit Belanda, Warga Sekitar Sebut Pertanda
Aliran Parit Belanda yang bermuara ke sungai Siak.(Foto: Andi)

PEKANBARU - Seekor buaya besar muncul sungai Siak Pekanbaru, tepatnya di Parit Belanda Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai. Jagat maya Pekanbaru pun dibuat heboh dengan video yang ramai beredar di medsos.

Buaya dewasa berukuran besar itu terlihat di bawah pondok kayu milik warga, Jumat siang (27/1/2023) lalu.

Iden, warga asli di daerah tersebut mengungkapkan, selama 37 tahun hidup dan dibesarkan sungai Siak, baru kali ini dia melihat buaya sebesar itu muncul di Parit Belanda. Dia menilai ada sebab tertentu kemunculan buaya tersebut.

"Kalau kami masyarakat asli sini percaya itu pertanda. Ada suatu hal yang tak bisa dijelaskan dengan logika," tutur Iden.

Pertama, buaya itu memberikan peringatan ada yang berbuat maksiat atau mesum. Kedua, ada manusia yang takabur.

"Kejadian yang tak lazim ini bisa jadi pertanda akan datangnya banjir besar, " jelas Iden.

Iden sendiri adalah penyelam tradisional yang hari-harinya biasa menapakkan kaki hingga ke dasar sungai Siak untuk mencari benda berharga, seperti besi, kayu balak dan lainnya. Pekerjaan ini memang sudah digelutinya sejak kecil.

Hampir 30 tahun menyusuri setiap jengkal sungai yang disebut terdalam di Indonesia itu, tak sekalipun Iden melihat buaya naik ke permukaan. Terlebih lagi buaya itu muncul di Parit Belanda, tempat bermainnya semasa kecil.

"Memang ada yang lain, tetapi tidak menunjukkan wujud seperti di video itu. Paling hanya memperlihatkan mulut dan matanya saja. Ukurannya jauh lebih besar dari itu, tak mengganggu," jelas Iden.

Dia tak menampik, bisa saja buaya itu datang dari tempat lain untuk mencari makan di Parit Belanda. "Tapi kami percaya, buaya itu muncul memberi pertanda," ucap Iden lagi.

Dituturkannya, sekitar 25-30 tahun lalu, wilayah tersebut hutan lebat. Parit Belanda tempatnya bermain waktu itu hanya selebar 2-3 meter. Ketika air sungai surut, kedalaman Parit Belanda tak lebih dari setengah meter saja, tak sulit disebrangi.

Persis di muara pertemuan aliran Parit Belanda dengan Sungai Siak, disebut Iden memang merupakan sarang segala macam binatang.

"Bangkai ular hampir sebesar drum pun kami pernah jumpa di situ," ucapnya.

Selain itu, banyak pula hal mistis yang pernah dialaminya di lokasi tersebut.

Parit Belanda, demikian nama anak sungai kecil yang terletak antara Jembatan Siak IV dengan ujung Jalan Sudirman Rumbai. Parit selebar 4-5 meter ini kerap menjadi spot bagi pemancing.

Di wilayah ini sebut Iden dulunya ada PT. Kampari yang bergerak di bidang pengolahan kayu. Tak jauh dari lokasi tersebut, terdapat juga PT. ACI yang bergerak di bidang yang sama.

Bagi kami anak sungai Siak, biasa menyusuri tepian sungai dengan berjalan kaki atau bersampan. Bahkan menjelajahi belantara di sini juga sudah biasa," ujarnya.

Terkait kemunculan buaya yang menghebohkan itu, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau menyatakan sudah melakukan pemantauan dan menurunkan tim untuk survey ke lokasi.

Kepala Bidang KSDA Wilayah II Riau, Hartono menyampaikan, kemunculan buaya di lokasi tersebut menandakan ada sesuatu di wilayah itu. Sebut saja kotoran atau sisa makanan yang menarik perhatian reptil ganas ini.

"Agar masyarakat tak membuang kotoran atau sisa makanan ke sungai karena akan memancing kedatangan buaya," kata Hartono seperti dilansir dari Media Center Riau.

"Pantauan kami, ukurannya sangat besar. Panjangnya mencapai 3-5 meter," tambah Hartono lagi.(Andi)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini