Fakta Sebenarnya Misteri Suara Gemuruh dan Dentuman di Lampung

Redaksi Redaksi
Fakta Sebenarnya Misteri Suara Gemuruh dan Dentuman di Lampung
Foto Istimewa
Gunung Anak Krakatau

JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait fenomena suara gemuruh dan dentuman keras yang didengar oleh sebagian masyarakat yang berada di Lampung. BMKG megungkapkan bahwa suara gemuruh dan dentuman tersebut terjadi akibat adanya aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, sampai hari keempat usai terjadinya tsunami pihaknya masih terus memantau masih terjadi aktivitas vulkanik atau erupsi di Gunung Anak Krakatau. Aktivitas vulkanik itulah yang menjadi sumber gemuruh dan didengar sebagian warga Lampung.

"Saat ini yang tercatat adalah getaran tremor atau seismik yang berpusat di Selat Sunda," kata Dwikorita kepada wartawan di Jakarta, Rabu (26/12).

Lebih jauh pihaknya menjelaskan BMKG sebenarnya tak bertugas melakukan aktivitas pemantauan vulkanik. Hanya saja, Dwikorita mengatakan, bahwa keterlibatan BMKG semata untuk membantu karena alat deteksi milik Badan Geologi yang dipasang di kompleks Anak Krakatau ikut mengalami longsor saat erupsi Sabtu lalu.

"Maka kami berkoordinasi dengan badan geologi untuk ikut bergabung memantau gempa-gempa vulkanik," ujarnya.

"Sebenarnya mereka masih punya alat pemantau, tapi harus tetap didukung sehingga BMKG menambah peralatan yang seharusnya diset khusus gempa tektonik, kami ubah sedemikian rupa untuk deteksi gempa vulkanik. Itu dipasang agar pantauan vulkanologi bisa lebih akurat dan tepat mendeteksi potensi tsunami," kata Dwikorita menambahkan.

Sebelumnya, sejumlah warga Lampung yang tinggal di pesisir mengaku mendengar suara gemuruh. Gemuruh itu membuat mereka mengungsi ke tempat aman.

Dwikorita mengatakan gemuruh Anak Krakatau berpotensi memicu longsoran yang bisa menyebabkan terjadi tsunami susulan.

Untuk itu, pihaknya meminta warga Lampung yang tinggal di pesisir guna menjauhi bibir pantai dengan radius 500 meter hingga 1 kilometer.

(trubus.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini