ASTAGA! Bocah Perempuan India Tewas Akibat Ritual Ilmu Hitam

Redaksi Redaksi
ASTAGA! Bocah Perempuan India Tewas Akibat Ritual Ilmu Hitam
Foto: The Hindu
Foto lokasi penemuan jenazah Ayesha.

MAGADI - Seorang bocah perempuan di India menjadi korban tewas akibat ritual ilmu hitam. Tidak kira-kira, Ayesha Mohammed Nurulla (10) dikorbankan hanya demi menyembuhkan seorang pria yang lumpuh.

Times of India mewartakan, polisi menciduk empat orang yang dituding terlibat dalam aksi ritual ilmu hitam tersebut. Salah satu tersangka merupakan paman Ayesha yang bernama Mohammed Wasil. Wasil bahkan diduga menjadi pencetus ide untuk membunuh bocah malang itu.

Sebagaimana dikutip dari Russia Today, Selasa (7/3/2017), pembunuhan itu bermula ketika Wasil ingin mengobati adiknya, Mohammed Rafiq, yang menderita kelumpuhan. Kemudian ia menghubungi seorang dukun ilmu hitam, Naseem Taj, yang memberikan cara pengobatan yang mengerikan.

“Naseem Taj mengindikasikan Mohammed Rafiq bisa disembuhkan penyakitnya jika seorang gadis dikorbankan. Ia mengatakan Rafiq dicengkeram oleh roh jahat sehingga lumpuh dan cara menyembuhkannya adalah dengan mengorbankan anak perempuan dalam kurun waktu 40 hari,” tutur polisi.

Wasil lalu mencari calon korbannya. Ia kemudian menyadari keponakannya, Mohammad Nurulla memiliki seorang putri yang masih berusia 10 tahun (Ayesha). Sang dukun pun menyetujui Ayesha dijadikan korban.

Pada 1 Maret 2017, Wasil menculik Ayesha dari rumahnya di Kota Magadi. Kemudian pada 2 Maret, ia menutup mulut Ayesha dan dicekik lehernya. Usai dibunuh dan dibawa menjalani ritual, jenazah bocah malang itu dimasukkan ke karung dan disembunyikan di belakang masjid.

Setelah penyelidikan lebih lanjut, tewasnya Ayesha mengarahkan kepada sang paman. Akhirnya setelah ditekan, Wasil mengaku melakukan tindakan keji tersebut.

(emj/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini