Monitoring Harimau di Kawasan Suakamarga Satwa Giam Siak Kecil, BKSDA Pasang Kamera Trap

Redaksi Redaksi
Monitoring Harimau di Kawasan Suakamarga Satwa Giam Siak Kecil, BKSDA Pasang Kamera Trap
ilustrasi

PEKANBARU - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Dalam (BBKSDA) Riau, masih melakukan monitoring di sekitar lokasi tewasnya Indra (30), yang jasadnya ditemukan sudah tidak bernyawa di Seberang Pulau Teluk Padi Km 68 Desa Tasik Tebing Serai, Kecamatan Talang Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, pada Rabu (6/4/2022) kemarin.

Bentuk monitoring ini dilakukan dengan memasang 5 kamera trap disekitar lokasi yang merupakan Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil.

Plh Kepala Bidang KSDA wilayah II, Hartono menjelaskan, setelah mendapat laporan pihaknya menurunkan sembilan orang untuk melakukan pengecekan di sekitar lokasi penemuan mayat.

Adapun hasilnya, ditemukan jejak kaki harimau Sumatera dengan dugaan satwa yang muncul berjumlah dua ekor.

"Kamera trap ini sudah dipasang disekitar lokasi temuan totalnya ada lima," jelas Hartono, Senin (11/4/2022).

Hartono menjelaskan, kawasan itu merupakan wilayah suaka margasatwa (SM) Giam Siak Kecil. Namun, akan memastikan betul titik koordinat TKP.

"Kami akan memfloating terhadap kawasan konservasi SM Giam Siak kecil," lanjutnya.

Tim yang turun kata Hartono, juga menduga kuat Indra diterkam harimau. Sesuai hasil identifikasi kepala korban ditemukan sejauh 1,5 kilometer dari lokasi tubuh ditemukan.

"Dugaan kuat karena ditemukannya jejak hewan buas tersebut di sekitar lokasi," ujar Hartono.

Pihak BKSDA menurunkan tim dan memasang kamera trap, merespon peristiwa tewasnya Indra, warga Tasik Tebing Serai, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, ditemukan meninggal oleh warga dengan kondisi mengenaskan.

Jasad Indra dalam keadaan kepala terpisah dan pundak keadaan tercabik binatang buas (harimau).

Sebelum ditemukan tewas, pada Selasa (5/4/2022) pagi sekitar pukul 06.00 WIB, Indra pamit dengan istrinya untuk pergi ke seberang Pulau Teluk Padi untuk membersihkan ladang dan melihat jerat rusa yang dipasang sebelumnya.

Pada saat berangkat ke ladangnya, korban sempat berjumpa dengan mertua perempuannya dan tersenyum.

Sekitar pukul 18.30 WIB, korban belum juga pulang. Istri korban, Erna (30) kemudian mencoba menghubungi namun handphone tidak diangkat.

Keluarga yang cemas, pada malam harinya kemudian menghubungi orang tuanya, Kitam (50), dan menceritakan jika suaminya belum pulang dari membersihkan ladang dan menjerat rusa.

Nahas, pada Rabu (6/4/2022) siaang, sekitar pukul 13.00 WIB masyarakat yang melakukan pencarian menemukan jenazah Indra di antara semak belukar dengan posisi terlentang dan kepala terpisah dengan jarak 1,5 KM.

"Saat ditemukan tim pencarian sekitar 20 meter dari mayat korban ditemukan seekor rusa yang terjerat perangkap yang dipasang korban," terang Hartono.

Hartono menginformasikan, agar diketahui bahwa rusa adalah salah satu satwa dilindungi.

"Masyarakat perlu memahami untuk tidak memasang jerat," jelas Hartono. (**)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini