Delegasi Indonesia Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB

Redaksi Redaksi
Delegasi Indonesia Walk Out saat Netanyahu Pidato di PBB
Aksi walkout delegasi Indonesia saat PM Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa PBB.(Foto: Istimewa)

JAKARTA - Sejumlah delegasi melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu hendak menyampaikan pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk delegasi Indonesia.

Dalam video yang yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, terlihat delegasi Indonesia kompak berdiri mengikuti delegasi lain meninggalkan bangku.

Bench Indonesia dalam ruangan itu kosong. Puluhan delegasi juga tampak melakukan hal yang sama.

Sementara, dilansir AFP, tim Netanyahu yang berada di dalam ruangan justru berdiri dan bertepuk tangan. Netanyahu bahkan melontarkan kata 'pengecut' ke delegasi yang walk out.

"Jika masih ada pengecut moral lainnya yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan pergi," kata Netanyahu kepada para delegasi yang meninggalkan ruang sidang.

Pidato tersebut disampaikan Netanyahu ketika dirinya tengah menghadapi pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober mendatang. Ia kemudian menggunakan panggung PBB untuk menyerang sejumlah pihak yang selama ini mengkritik kebijakan Israel.

Salah satu yang menjadi sasaran Netanyahu adalah Mamdani, wali kota New York yang merupakan politikus Muslim pertama yang menduduki jabatan tersebut.

Netanyahu menyebut Mamdani sebagai sosok "antisemit" dan menuding banyak warga Yahudi merasa tidak aman sejak Mamdani terpilih menjadi wali kota.

"Sejak Anda terpilih sebagai wali kota kota ini, banyak orang Yahudi tidak lagi merasa aman," ujar Netanyahu.

Mamdani sebelumnya memang mengkritik keras Netanyahu dan sempat menyatakan akan mengeksekusi surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu jika memiliki kewenangan. Namun, Mamdani kemudian mengakui dirinya tidak mempunyai kewenangan tersebut.

ICC pada 2024 menyatakan terdapat dasar yang masuk akal untuk meyakini Netanyahu bertanggung jawab atas kejahatan perang dalam operasi Israel di Gaza. Netanyahu membantah tuduhan tersebut.

Serang Inggris dan Prancis

Netanyahu juga melontarkan kritik terhadap Inggris dan Prancis yang selama ini merupakan mitra Israel, tetapi belakangan semakin terbuka mengkritik kebijakan pemerintah Israel.

Inggris dan Prancis diketahui telah memberlakukan sejumlah sanksi terbatas terhadap ekspor Israel dari wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Netanyahu menyinggung sejarah kolonial kedua negara saat membalas tuduhan bahwa Israel menjalankan kolonialisme.

"Mereka menuduh Israel, Israel yang kecil, melakukan kolonialisme. Dan siapa yang menuduh kami? Di antara mereka adalah orang-orang di Inggris dan Prancis. Demi Tuhan, mereka yang menciptakan istilah itu," kata Netanyahu.

Hubungan Netanyahu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron juga telah lama menegang. Macron sebelumnya mendorong negara-negara Barat untuk mengakui Palestina sebagai negara dalam sidang Majelis Umum PBB tahun lalu.

Macron juga mengkritik kondisi di Gaza dan Tepi Barat dalam pidatonya di PBB tahun ini.

Detik.com


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini