Sumur di Langgam Kering, Warga Terpaksa Beli Air 70 ribu per Tanki

Redaksi Redaksi
Sumur di Langgam Kering, Warga Terpaksa Beli Air 70 ribu per Tanki
ist.net
LANGGAM, riaueditor.com - Rasanya sudah lengkap penderitaan masyarakat di Kabupaten Pelalawan. Selain itu, kabut asap akibat Karhutla yang semakin parah akibat kemarau yang cukup panjang ini juga membuat warga sulit mendapatkan air bersih. Sumur dan rawa berair semuanya mengering. Warga terpaksa merogoh saku untuk mendapatkan air, tak hanya untuk minum, tapi juga digunakan untuk MCK.
   
"Sawit dan karet murah. Ekonomi makin lemah. Ditambah pula kabut asap yang makin pekat, banyak warga terserang batuk. Ditambah lagi, air sumur dan rawa pun ikut kering. Jadi, tambah lengkaplah kesusahan kami,''ungkap Rudi, warga Desa Padang Luas Kecamatan Langgam, Kamis (17/9).
 
Dikatakan Rudi, sejak hujan tak turun, hampir semua sumur galian warga tak berair lagi. Bahkan, rawa yang biasanya menyimpan air juga ikut kering kerontang. "Biasa kami mandi dan mencuci di anak sungai berawa. Sekarang kering semua, kecuali warga yang pakai sumur bor, tak terlalu masalah. Bagi kami yang kurang mampu, tentu sangat kesusahan," paparnya.

Jadi sambung warga ini bersama sejumlah temannya, untuk memenuhi kebutuhan air minum, mereka harus membeli air isi ulang. "Per galonnya di sini Rp 6 ribu," jelasnya.

Parahnya lagi, sebutnya, warga terpaksa membeli air melalui penyedia air untuk mandi. "Satu tanki 1000 liter harganya capai Rp 70 ribu. Beberapa hari dah beli lagi. Kalau tidak bagaimana mau mandi, mencuci pakaian dan lainnya," imbuh Rudi.

Namun dibalik kegalauan masyarakat yang sulit mendapatkan air bersih. Ada kabar yang menyenangkan. Dalam waktu dekat, air yang bersumber dari sumur bor atau jet pump celup segera dioperasionalkan.

"InsyaAllah, paling lama akhir tahun ini kesulitan air bersih akan teratasi. Ada bantuan dana dari pemerintah yang akan diarahkan untuk fasilitas air bersih," kata mantan Ketua Karang Taruna Padang Luas, Saprin S.Pd kemarin.

Menurut dia berdasarkan rapat desa dan pendamping desa, Desa Padang Luas mendapat bantuan dana lebih kurang Rp 200 juta.

"Dana tersebut, alternatifnya membangun sumur bor baru atau melengkapi sumur bor 160 meter yang telah ada dibangun. Mudah-mudahan keluhan warga segera berakhir. Memang kalau saat ini begitulah faktanya, warga sulit mendapatkan air bersih, karena sumur dan anak sungai berawa kering karena sudah lama tak hujan," tutupnya.(zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini