SM Kerumutan Membara, Api Diduga Berasal dari Lahan Pengusaha Perkebunan

Redaksi Redaksi
SM Kerumutan Membara, Api Diduga Berasal dari Lahan Pengusaha Perkebunan
doc.riaueditor
KERUMUTAN, riaueditor.com - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah di Provinsi Riau saat ini kembali mengganas, salah satunya di kawasan Hutan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan Kabupaten Pelalawan,

Kepala Bidang KSDA Wilayah I Rengat, Johny Lagawurin yang dikonfirmasi riaueditor melalui selulernya Rabu (21/10) menuturkan, diketahui saat ini api telah merambat ke kawasan penyangga SM Kerumutan. Tim KSDA bersama TNI dan Polsek tengah melakukan pemadaman di lokasi.

Sementara ini, Johny belum mengetahui pasti titik koordinat lokasi yang terbakar. "Info sementara, api terus merambah ke kawasan penyangga SM Kerumutan. Kita sulit berkomunikasi dengan petugas di lapangan karena tak ada sinyal di sana," jelas Johny.

Sejak Senin sore, tim yang terdiri dari 10 personil Manggala Agni dibantu BKO TNI dan Polsek, telah sampai di lokasi untuk melakukan pemadaman.

Johny mengaku belum mengetahui siapa pemilik lahan yang terbakar tersebut. Namun dipastikan lahan itu merupakan areal pembukaan perkebunan sawit yang terdapat di kecamatan Teluk Meranti. "Untuk proses hukumnya, kita serahkan kepada penegak hukum di wilayah tersebut, yakni pihak Polsek," kata Johny.

Sebelumnya, kawasan SM kerumutan ini telah beberapa kali terbakar. Terakhir, Karhutla terjadi sekitar bulan Juli lalu. Setidaknya, puluhan hektare lahan di kawasan ini hangus jadi arang.

Informasi yang berhasil dirangkum, lahan tersebut disinyalir dikuasai SW, pengusaha perkebunan yang berkantor di jalan Setiabudi Pekanbaru ini berbekal SKT dari Lurah setempat menguasai ribuan hektar lahan eks Koptan Tandan Harapan.(af/har)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini