Pemerintah Pusat Sita Perkebunan Sawit, Puluhan Ribu BHL Rohul Menganggur

Redaksi Redaksi
Pemerintah Pusat Sita Perkebunan Sawit, Puluhan Ribu BHL Rohul Menganggur
yahya
Perusahaan sawit yang sebabkan ribuan pekerja jadi nganggur
PS.PANGARAIAN, riaueditor.com - Terkait dilakukannya penyitaan perusahaan Kelapa Sawit PT Torganda dan Torus Ganda yang berad di register 40 wilayah Sumatera Utara oleh Pemerintah Pusat, sebabkan seluruh buruh dan ribuan masyarakat yang bekerja di perusahaan tersebut menganggur.

Hal ini menjadi keluhan dari ribuan Buruh Harian Lepas (BHL) PT Torganda dan PT Torus Ganda dan PT Togus Gopas di Rokan Hulu. BHL saat ini tidak lagi bekerja dan dan tidak mengetahui sampai saat ini bahwa perkebunan yang bergerak di Kelapa sawit milik DL Sitorus itu bisa disita Pemerintah Pusat.

Menurut salah seorang BHL yang enggan disebutkan namanya, dari Mei hingga pertengahan Juni dirinya bekerja secara bergantian dan tidak terlalu mengurangi HK, selanjutnya dari pertengahan bulan Juni ke bulan Juli paling banyak bekerja 15 HK/BHL setiap bulannya.

" Tapi, satu bulan terakhir hingga hari ini Jumat (4/9) kurang lebih sepuluhan ribu kami BHL PT Torganda, PT Torus Ganda dan PT Togus Gopas tidak bekerja lagi atau menganggur. Kami tidak tahu penyebabnya sepertinya Pemerintah tidak peduli kepada kami pekerja ini, soalnya mengapa kami mengangur bekerja di PT ini, padahal pekerjaannya ada, kami butuh pekerjaan, sementara buah sawitnya saja sudah membusuk di pokok," katanya.


BHL itu mengaku biaya makan dari mana didapatkan kalau semua tidak bekerja. " Tolonglah kami pan, kalau tidak bekeja anak kami yang sekolah jadi tidak sekolah akibat tidak ada pekerjaan kami," keluhnya.

PT yang sebabkan ribuan BHL nganggur bekerja, PT Torganda (Perkebunan Karya Perdana, Rantau Kasai, Batang Kumu) di Desa Tambusai Utara Kecamatan Tambusai Utara, PT Torus Ganda (Perkebunan Tambusai Timur) di Desa Tambusai Timur dan PT Togus Gopas (perkebunan Maju) Bersama) Kecamatan Tambusai Kabupaten Rokan Hulu. Setiap 1 HK gajinya Rp62.500/HK.

" Saat ini ada 10.000 orang pekerja yang menganggur. Kita tidak tahu apa penyebab BHL tidak kerja. Kita mendengar informasi ada penyitaan pemerintah, makanya kami menganggur. Kami berharap kepada pemerintah daerah hingga ke pusat, kalau masalah ada, jangan sama kami pekerja imbasnya, pemerintah tolonglah kami," pintanya.

Gea salah satu mantan Karyawan perusahaan tersebut yang di konvirmasi melalui via selulernya membenarkan kalau saat ini puluhan ribu BHL PT Torganda, PT Torus Ganda dan PTTogus Gopas di stop bekerja atau pengangguran, meski di perusahaan itu ada pekerjaan yang seharusnya di kerjakan.

Menurut Geam sesuai informasi yang di dengarnya, kini minyak  CPO dari PT tersebut tidak bisa di jual kepihak manapun, jadi seluruh pekerjaan di dalam perkebunan di stop untuk bekerja, karena minyak CPO tidak keluar. Pekerjaanpun sudah tidak ada lagi, sehingga pekerjanya jadi pengangguran.

" Bukan perusahaan memberhentikan pekerjanya, namun aktifitas pekerjaan di stop karena CPO nya tidak keluar dan tidak bisa di jual dan BHLnya pun jadi menganggur. Saya sering lihat karena aktifitas panen tidak ada lagi di perusahaan itu, Tandan Buah Sawit (TBS) saja sudah pada busuk di pokok," ungkap Gea.

Sebelumnya anggota DPRD Rokan Hulu dapil II, Wahyuni juga menceritakan CPO PT Torganda dan PT Torus Ganda tidak bisa lagi di keluarkan untuk di jual. Kalau dijual kepada pembeli, keduanya itu bisa di pidana.

Beberapa staf PT Tor Ganda, Torus Ganda dan PT Togus Gopas yang di konfirmasi via selulernya, Jumat (4/9) pagi tidak bisa di hubungi bahkan dilayangkan melalui Short Masage Service (SMS) tidak menjawab. (yahya)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini