GERAK-Riau Desak DLHK Pekanbaru Cabut Izin PT RCO

Redaksi Redaksi
GERAK-Riau  Desak DLHK Pekanbaru Cabut Izin PT RCO
jsn/riaueditor.com
Foto: Mahasiswa saat berorasi di Kantor DLHK Pekanbaru

PEKANBARU, riaueditor.com - Ditengah guyuran hujan, sepuluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak- Riau), Selasa (16/10)  menggelar aksi demontrasi di depan Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru. Dalam aksinya, mereka mendesak DLHK Pekanbaru mencabut izin operasional dan menghentikan kegiatan  PT RCO, karena dalam operasinya terindikasi telah mencemari lingkungan.

Ketua Gerak Riau, Samian dan dalam orasinya  menyebutkan, PT.RCO yang berlokasi Kelurahan Lembah sari Kecamatan Rumbai Pesisir yang bergerak dibidang Leveransir atau daur ulang ban bekas, dengan sengaja membuang limbah pabrik ke aliran  anak sungai.  Akibatnya, masyarakat setempat merasa terganggu dan takut memanfaatkan air dari anak sungai yang biasanya dipergunakan untuk mencuci, ungkapnya

Samian menambahkan, belum lama ini, kami telah melaporkan  peristiwa tersebut dengan melayangkan surat ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru, tapi tidak direspon. Sehingga terkesan DLHK mengabaikan laporan kami, terangnya.

Dikatakan Samian lagi, tetkait  lingkungan hidup adalah tanggung jawab DLHK. Untuk itu kami mempertanyakan kinerja OPD DLHK Pekanbaru, teriaknya.

Ditengah guyuran hujan gerimis, Kapolsek Bukit Raya Pekanbaru memediasi dan mengajak para mahasiswa untuk bertemu  dengan pihak DLHK. Acara pertemuan yang berlangsung  di ruang rapat Dinas Lingkungan Hidup, mahasiswa disambut Sekretaris DLHK Pekanbaru Elmawati didampingi Kabid.Tata Lingkungan DLHL,Dayana, Kabid.Kebersihan DLHK Pekanbaru Shanty,ST dan pejabat lainnya.

Sekretaris DLHK Pekanbaru menjelaskan, setelah  menerima surat dari Gerak-Riau terkait  dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT.RCO, pihaknya langsung menurunkan tim untuk mengecek kelokasi perusahaan dan melihat langsung sistim operasi perusahaan. Namun setelah dicek tidak ada indikasi pencaran lingkungan.

Diakui Elmawati, air memang diambil dari anak sungai yang dipergunakan untuk pendingin mesin pengolah ban bekas dan dibuang kembali ke anak sungai dan tidak mengadung zat lain atau  kimia. Sehingga bisa dipastikan tidak mencemari lingkungan, terang Elma.

Namun demikian, DLHK telah memerintahkan pihak PT.RCO agar melakukan uji k"Baku Mutu air" yang digunakan pihak perusahaan, akunnya.

Elma  juga mengajak para mahasiswa, ikut kelokasi menyaksikan  uji LAB yang akan dilakukan secara internal DLHK dan mengetahui hasilnya. Dengan demikian  permasalahan clear,sebutnya.

Dia juga menyampaikan terima kasih atas kepedulian mahasiswa yang tergabung dalam Gerak-Riau terhadap  lingkungan hidup. Dan untuk diketahui, bahwa PT.RCO telah memiliki izin lingkungan, pungkasnya.

Dibawah pengawasan puluhan aparat Kepolisian, pertemuan berlangsung dengan aman. Tampak para mahasiswa merasa puas dengan penjelasan pihak DLHK  dan  mereka  membubarkan diri dengan tertib.(jsn)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini