Disperindag dan Kepolisian Sidak Beras Plastik

Redaksi Redaksi
Disperindag dan Kepolisian Sidak Beras Plastik
ram
Sidak Disperindak dan kepolisian Rohil ke pasar dan toko guna menyikapi isu beras palastik dan makanan berformalin
BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Menyikapi isu beredarnya beras bercampur sintetis (bahan plastik_red) dan makanan yang mengandung formalin. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Rohil bersama pihak kepolisan melakukan sidak ke berbagai pasar dan toko yang berada di kota Bagansiapiapi.

Kadisperindag Rohil, H Syafrudin mengatakan tujuan dari sidak yang dilakukan guna menjawab dan mengantisipasi dari dini Pemkab Rohil menangkis maraknya isu peredaran beras yang bercampur dengan sintetis serta maraknya jenis-jenis makan yang bercampur dengan formalin.

" Disperindag didampingi pihak kepolisian langsung terjun kelapangan bersama baik ke pasar dan toko-toko mengecek penjualan beras masyarakat dan penjualan makanan yang bercampur formaln," katanya.

Menurut Syafrudin, jika ada masyarakat yang menkonsumsi beras bercampur sintetis bisa menyebabkan hal yang vatal bagi kesehatan. Diantaranya sebabkan gangguan kesehatan dan harus dirawat secara intensif di Rumah sakit.

"Guna mengantisipasinya masyarakat diminta untuk cermat dan teliti dalam membeli beras. Memang akan sangat sulit sekali dibedakan, namun demikian jika telah diteliti secara detail maka terdapat perbedaan yang mencolok," jelasnya.

Diungkapkan Syafrudin, ciri beras plastik yang diperjualbelikan memiliki tampilan yang sangat jernih tanpa adanya kotoran atau bercak ditiap butirannya, sedangkan untuk beras yang asli biasanya akan terdapat warna putih ditengah-tengah beras.

"Jika setelah dimasak, maka perbedaan antara keduanya akan muncul dan semakin mencolok. Pasalnya, untuk beras plastik ini akan berwarna putih dan menggumpal serta jika dipegang akan terasa lembek tapi kenyal dan saat dimakan akan terasa pahit," ungkapnya.

Sidak tidak hanya dilakukan di Kota Bagansiapiapi saja, nantinya juga akan kita lakukan di seluruh kawasan kota yang ada di Rohil. Umumnya wilayah perbatasan yang menjadi sentral keluar dan masuknya peredaran perdagangan, baik melalui jalur darat serta lautan.

"Tentunya sidak nantinya juga akan  melibatkan instansi terkait baik aparatur dari Pemkab Rohil dan aparat kepolisian," bebernya.

Ditambahkan Syafrudin, sidak kita kali ini juga mengambil sempel beras dan makanan yang diduga bercampur formalin, untuk diuji kelayakan guna dipasarkan ke masyarakat ramai. "Sebab kedua jenis benda itu baik sintetis dan formalin sama-sama bisa menyebabkan penyakit yang mengancam kesehatan bagi masyarakat yang mengonsumsinya," sebutnya.

Sementara itu, Waka Polsek Bangko, AKP Dodi menyebutkan sidak kali ini mendampingi Disperindag guna memberikan rasa aman saat melaksanakan operasi razia. Hal ini terkait hebohnya pemberitaan beras yang bercampur sintetis dan makanan yang diduga bercampur formalin yang beredar dipasaran, umumnya wilayah sektor Mapolsek Bangko.

"Secara bersama kita lakukan antisipasi dari gangguan kantibmas yang tidak kita inginkan," ungkapnya. (ram)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini