Bupati Suyatno: Kalau Bahasa Karlahut Saya Tempramen

Redaksi Redaksi
Bupati Suyatno: Kalau Bahasa Karlahut Saya Tempramen
dw/riaueditor.com
Bupati Rohil H Suyatno saat membuka acara penyuluhan Pencegahan Bahaya Kebakaran, Senin (17/10) yang ditaja BPBD Rohil.
BAGANSIAPIAPI, riaueditor.com - Bupati Rohil, H Suyatno mengaku sangat tempramental mendengar kebakaran hutan dan lahan (Karlahut). Untuk itulah ia menegaskan tak ada ampun bagi pelaku pembakaran siapapun orangnya. Hal itu diungkapkan Bupati saat membuka acara penyuluhan Pencegahan Bahaya Kebakaran, Senin (17/10) yang ditaja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rohil di Grand Hotel, Bagansiapiapi.

"Yang kita lihat kemarin tu tidak hanya korban materi, juga korban nyawa dengan wafatnya anggota TNI saat pemadaman api di Rohil. Jadi saya sangat tempramen kalau mendengar masalah karlahut," kata Bupati.

Bupati menilai bahwa Kralhut menimbulkan dampak yang sangat besar bagi masyarakat, kerugian ekonomi dan jiwa serta menurunnya kewibawaan negara di depan mata bangsa lain.

"Asapnya ini membunuh tak hanya masyarakat kita sampai ke luar negeri sana," kata Bupati.

Ia mengtakan, bahkan tip tahun dinggarkan untuk pembelian mesin portable untuk pemadaman api di rohil. "Dari BPBD 24 unit, bank Riau 10 unit ditambah kesbangpolinmas lebih dari 15 unit," katanya.

Ia meminta tahun depan jangan smapai ada lagi karlahut di wilayah rohil dan diminta smeua pihak melakukan poencegahan yang nyata. "Cegah, cegah dan cegah jangan sudah muncul api baru sibuk dna ini tugas kita smeua pihak," jelasnya.

Ia juga bercerita bahwa ia siang dan malamturun ke lokasi kebakaran sampai jam 2 malam dan dilakukan agar api cepat padam dan tidak ada kabut asap.
"Tak lihat sudhalah saya hitam ditambah panas terik dengan kabut yang membuat nafas sesak," katanya.

Ia juga mengajak semua pihak untuk melihat para pendatang yang membuka lahan di Rohil agar dilaporkan ke pihak berwajib.

"Kita bukan mementingkan Isme, tapi kalau mereka datang buka lahan dengan membakar dan itu sudah kita temukan tentunya ini hal yang tak patut lagi," tegasnya.

Sementara itu Kepala BPBD Rohil, H Azhar Achmad Ali mengatakan, tujuan kegiatan yang diikuti tokoh masyarakat dan aparatur Kecamatan ini untuk langkah antisipasi terjadinya karlahut.

"Pencegahan menjadi hal terpenting yang harus dilakukan jadi harapan kita para peserta memahami dan melanjutkan kepada masyarakat lainnya," kata Azhar. (dw)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini