Atasi Kebakaran Lahan dengan Redamkardes

Redaksi Redaksi
Atasi Kebakaran Lahan dengan Redamkardes
anje/riaueditor.com
Kebakaran disepanjang jalan poros menuju Kampong Balak.
KAMPONGBALAK, riaueditor.com– Kebakaran lahan yang terjadi hampir di seluruh Kabupaten Kepulauan Meranti memang membuat pemerintah daerah dan masyarakat kewalahan. Harus dicari solusi yang tepat agar persoalan kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun saat musim kemarau tak terulang. Demikian yang disampaikan oleh Basri, warga Kampongbalak, Desa Tanjung Peranap, yang berharap agar Pemkab Kabupaten Kepulauan Meranti, segera mengaktifkan kembali Regu Pemadam Kebakaran Desa (Redamkardes).
 
Basri mengakui bahwa dirinya adalah mantan anggota Redamkardes Tanjung Peranap disaat pemerintahan Kabupaten Bengkalis, namun Redamkardes tersebut sudah tidak aktif sejak pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti.
 
"Kebakaran lahan ataupun hutan sudah menjadi langganan di Desa Tanjung Peranap, terlebih saat terjadi musim kemarau panjang. Dulu kita punya regu pemadam kebakaran desa, dan saya adalah salah satu mantan anggota regu tersebut. Tapi sejak ada Kabupaten Kepulauan Meranti, redamkardes tersebut tak aktif lagi," sebutnya.
 
Dijelaskan Basri, ia sempat mendapat pelatihan memadamkan kebakaran yang digelar oleh Pemkab Bengkalis, dan mendapatkan bantuan peralatan pemadam kebakaran. "Kami juga mendapatkan dana operasional. Saya yakin jika Redamkardes ini diaktifkan kembali, kebakaran lahan dapat diatasi, paling tidak luas kebakaran bisa kita kurangi. Kita berharap kepada Pemkab Kepulauan Meranti. Dan ini harus segera dibentuk segera," ucapnya.
 
Kebun Harus Miliki Sumur Pantau

Selain diaktifkannya kembali redamkardes, Basri mengharapkan para pemilik kebun membuat sumur pantau didalam kebun mereka. Hal ini sangat penting sekali, karena disaat musim kemarau sudah dipastikan akan sulit mendapatkan sumber air.
 
"Jika setiap kebun memiliki sumur pantau akan memudahkan kita untuk memadamkan api. Yang terjadi saat ini jika kebakaran kita sulit mendapatkan sumber air yang terdekat. Bahkan air paritpun kering. Jika dikebun-kebun tersebut ada sumur pantau maka lebih mudah kita memadamkan api," sebutnya. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini