Akibat Pekatnya Asap Tiga Helikopter BPBD Riau Tak Bisa Terbang

Redaksi Redaksi
Akibat Pekatnya Asap Tiga Helikopter BPBD Riau Tak Bisa Terbang
foto: Ist
Akibat Pekatnya Asap Tiga Helikopter BPBD Riau Tak Bisa Terbang.
PEKANBARU, Riaueditor.com - Tiga unit helikopter water bombing (bom air) yang dikerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, untuk melakukan pemadaman titik api via udara, tidak bisa mengudara akibat pekatnya kabut asap. ‎Jarak pandang yang tipis dan hanya berkisar 200 meter membuat pilot helicopter tidak bisa menemukan sumber air dan titik api di lokasi kebakaran lahan dan hutan.

"Jarak pandang hanya 200 meter. Dengan jarak pandang segitu membuat pilot helicopter tidak dapat melihat sungai untuk mengambil air yang digunakan saat bom air," kata Kepala BPBD Riau Edward Sanger, Kamis (03/9)..

Helikopter jenis Sikorsky, Kamov dan MI-171 ini renacananya akan digunakan untuk memadamkan api di Pelalawan dan Kampar, tapi sayang, kepekatan kabut asap membuat ketiga heli tak bisa mengudara. Praktis upaya pemadaman hanya mengandalkan dari satuan tugas darat. ""Ketiga helicopter itu kita fokuskan di Pelalawan dan Kampar. Keduanya merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Pekanbaru dan terdapat titik api cukup banyak," jelasnya lagi.

Pun begitu, Edward tetap optimis, jika nanti asap tipis, pihaknya akan langsung melaksanakan bom air via udara. "Mudah-mudahan bisa terbang siang ini," sebutnya. Selain terganggunya operasi bom air, dampak kabut asap juga membuat kualitas udara di Pekanbaru, Riau, dalam kategori sangat tidak sehat. Bahkan empat kota di Riau juga dilaporkan masih terpapar asap, diantaranya kota Pekanbaru, Pelalawan, Rengat dan Dumai.

Akibat asap pekat tersebut membuat sekolah-sekolah di Riau terpaksa diliburkan. Bahkan transportasi udara via bandara Sultan Syarif Kasim, juga mengalami lumpuh dan penundaan, hingga Rabu siang.
"Sebagian asap tersebut ada yang kiriman dari Jambi dan Sumatera Selatan, sisanya asap produksi dari kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah di Riau," sebut Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Sugarin.(X3)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini