25 Ha Lahan Tidur Sering Sebabkan Kebakaran

Kades Kayu Ara: Minta Pemkab Segera Ambil Alih
Redaksi Redaksi
25 Ha Lahan Tidur Sering Sebabkan Kebakaran
SELATPANJANG, riaueditor.com– Kepala Desa Kayu Ara berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti segera mengambil alih lahan tidur seluas 25 hektar, karena jika lahan tersebut dibiarkan terlantar akan menyebabkan munculnya titik api.

"Setiap kebakaran lahan di desa kami, api pasti mulainya dari lahan tidur. Mungkin karena tidak terjaga, bisa saja orang membuang puntung rokok ketika melintasi jalan tersebut," ungkap Rusli.
 
Dikatakan Rusli, terdapat 25 hektar lahan tidur yang saat ini masa hak pakainya sudah habis dan tidak diperpanjang kembali. Lahan tersebutlah yang sering menimbulkan titik api. Biasanya pemilik lahan dimusim kemarau akan merintis kebun-kebun untuk menghindari kebakaran lahan. Tapi lahan 25 hektar yang terletak di jalan Harapan, Desa Kayu Ara itu luput dari pemeliharaan sehingga api sering muncul dari lahan tersebut.
 
Menurutnya lagi, hak pakai lahan 25 hektar tersebut memiliki 4 surat yang dikuasai oleh dua orang yaitu Lim Thian An dan Chu A Bian. Izin hak pakai dari 1 Januari 1965 hingga 1 Januari 1975 sesuai dengan daftar Surat Keputusan Kepala Agraria Daerah Bengkalis tanggal 23 Desember 1964 No. KAD.40/HP.II/SK/SLP/1964. Awalnya ditanami dengan sagu. Namun, tanpa alasan yang jelas mereka tidak memperpanjang lahan tersebut.
 
"Kita sangat berharap pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bisa segera ambil alih lahan tersebut. Jika demikian, kami dari pemerintah desa bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk keperluan masyarakat, bisa kami gunakan untuk lapangan bola, bangunan perkantoran dan lain sebagainya. Walaupun masa hak pakai lahan itu sudah berakhir tapi kita tetap ragu dan takut tersandung masalah hukum," ucap Rusli.

"Mudah-mudahan ini segera ditanggapi, agar kita juga bisa memanfaatkan lahan tersebut untuk kepentingan umum. Rencananya tahun ini kita akan membangun kantor desa, dan menurut masyarakat lokasi yang tepat adalah di lahan tersebut karena letaknya sangat strategis," pungkas Rusli. (je)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini