Sambut Imlek, Langit Kota Selatpanjang Dihiasi Kembang Api

Redaksi Redaksi
Sambut Imlek, Langit Kota Selatpanjang Dihiasi Kembang Api
anje/RE
Rumah warga Tionghoa yang dihiasi dengan Lampion.
SELATPANJANG, riaueditor.com – Tepat pukul 00.00 WIB, masyarakat Tionghoa kota Selatpanjang menyambut kedatangan tahun baru china 2565 pada Jumat malam,  atau yang sering disebut Tahun Baru Imlek ini. Tanpa ada yang mengkomandoin, hampir seluruh masyarakat Tionghoa pada malam itu keluar rumah dan menyalakan kembang api serta petasan secara serentak.

Bunyi petasan dan nyala warna-warni kembang api tak henti-henti membahana di seluruh wilayah kota Selatpanjang, bahkan sebelum pukul 00.00 hingga jeda sekitar pukul 02.00 WIB. Letusan petasan dan kembang api tersebut membuat seolah-olah kota Selatpanjang ini tidak tidur.

Gelegar dan gemuruh petasan rutin terdengar saat menjelang pergantian tahun baru China. Wajar karena petasan dan kembang api yang dinyalakan ukurannya bervariasi, mulai dari yang hanya sebatang pensil hingga seukuran satu kaleng biskuit besar.

Sebelum malam pergantian tahun tiba, ratusan warga Tionghoa memadati kelenteng tertua di Selatpanjang yaitu vihara Sejahtera Sakti yang berhadapan dengan Selat Air Hitam itu untuk bersembahyang. Malam itu ditampilkan pula tarian barongsai.

Kegiatan Imlek di kelenteng ini dijaga ketat puluhan aparat keamanan dari kepolisian setempat. Beberapa unit mobil  yang mengangkut anggota kepolisian juga terus  hilir mudik  mengelilingi jalan-jalan  guna memantau situasi keamanan menjelang  malam Imlek tiba.
  
Selain bertabur cahaya kembang api, rumah-rumah warga Tionghoa dihiasi barisan lampion dan lampu hias. Cahaya lampion  bertabur  harumnya dupa terutama terjadi di  seluruh kelenteng yang ada di kota Selatpanjang.

Malam pergantian tahun baru baru imlek tidak dirayakan dengan konvoi ke jalan-jalan, atau berkumpul di suatu tempat, di lapangan besar, seperti penyambutan malam tahun baru lazimnya. Namun, Warga memilih untuk berkumpul bersama keluarga, menyalakan petasan dan kembang api sejak pagi hingga serentak pada pukul 00.00.

"Memang tidak ada dalam tradisi malam tahun baru China, keluar rumah berkonvoi di jalan. Tradisi kami berkumpul bersama keluarga, makan malam di rumah atau restoran, sambil menyalakan petasan dan kembang api," kata Ahok, warga Selatpanjang. (je)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini