Artis Sinetron Dewi Tanjung Ingin Jadi Ibu Asuh Aditya

Dewi Kirim Paket Perkenalan Untuk Adit
Redaksi Redaksi
Artis Sinetron Dewi Tanjung  Ingin Jadi Ibu Asuh Aditya
Hasbi/riaueditor.com
Mantan ketua PMI Kampar Mawardi Zakaria menyerahkan kiriman paket dari Dewi Tanjung disaksikan Kepada Ketua LPA Kab Kampar Repol Sag.
BANGKINANG, riaueditor.com – Bocah malang Aditya (8) yang dibuang oleh ibu tiri dan ayah kandungnya di perkebunan kelapa sawit beberapa waktu lalu, ternyata  menggugah hati seorang artis sinetron, Dewi Tanjung. Artis sinetron pemeran Nyi Kendil dalam Sinetron Gajah Mada  yang tayang setiap malam di MNCTV itu bahkan bermaksud memboyong Adit ke Jakarta untuk dirawat, diasuh dan diberi pendidikan yang layak.

Tercurahnya perhatian Dewi yang juga pemain Sinetron Sangkuriang itu, sampai-sampai setiap berita perkembangan Adit selalu diikutinya. Setiap menyaksikan berita Adit Dewi selalu menangis melihat kondisi tubuh dan nasib buruk adit ditangan ibu tiri dan ayah kandungnya itu.

Dihubungi riaueditor.com via selulernya, Dewi Tanjung mengatakan Ia berniat ingin mengasuh dan merawat adit, dengan berbagai cara Dewi mencari informasi di Jakarta untuk bisa mendapatkan informasi langsung ke Kampar, akhirnya Dewi berhasil menghubungi Mawardi M Zakaria mantan Kepala Markas PMI Kabupaten Kampar melalui jaringan sosial Grup Relawan PMI.

Dewi minta kesediaan Mawardi untuk menjadi penghubung menyampaikan niat baiknya ingin mengasuh Adit  kepada pihak terkait di Kampar seperti Bupati, TP PKK, Kapolres, pihak LPA, P2TP2A, serta pihak keluarga Adit.

Sebagai wujud niat baiknya, diawal perkenalan Dewi mengirimkan paket kepada Adit  disertai tiga pucuk surat yang diantarkan langsung oleh Mawardi Zakaria mewakili Dewi, dan diserahkan kepada Adit Selasa (21/1) pagi di RSUD Bangkinang tempat Adit dirawat dalam program pemulihan disaksikan oleh Ketua LPA Kampar Repol SAg.

Mawardi ditemui riaueditor.com di RSUD Bangkinang usai penyerahan paket khusus tersebut menjelaskan bahwa Dewi sangat berkeinginan langsung menjenguk Adit, namun karena agenda Dewi sedang padat, kejar tayang, maka Dewi belum bisa datang. Sebagai perkenalan Dewi pun  mengirimkan paket serta surat yang ditulis tangan dari lokasi shooting.

"Ketika Dewi menelpon sampaikan salam untuk Adit dan keluarga serta LPA dan P2TP2A dan jajaran serta seluruh pihak yang peduli dengan nasib Adit. Dewi ingin mengasuh dan merawat Adit. Kalau tidak bisa merawat Adit langsung  dewi minta diberi kesempatan untuk membantu Adit,' ungkap Mawardi.

Mawardi juga menjelaskan bahwa paket dari Dewi itu sudah dikirim jauh-jauh hari saat hebohnya pemberitaan Adit , namun entah kenapa paket itu kembali ke alamat dewi dengan alasan alamat yang dituju tidak lengkap. Barulah pada pengiriman kedua paket itu sampai di Pekanbaru.

"Saya menghargai dan kagum dengan kepedulian Dewi, makanya ketika saya dihubungi melalui  Telpon Seluler Mudah-mudahan banyak pihak yang semakin tergugah dengan apa yang dialami ananda Adit. Tergugah bukan saja peduli untuk membantu Adit tetapi tergugah agar semakin menyayangi anak-anak dan keluarga, bukan mentelantarkannya apalagi menyiksanya,' ungkap Mawardi. (hasbi)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini