Menguak Tabir Ya`juj dan Ma`juj (1)

Oleh: Harun Husein
Redaksi Redaksi
Menguak Tabir Ya`juj dan Ma`juj (1)
Wnd.com/ca
Kawasan di pedalaman Rusia ini ditengarai pernah ditempati Ya`juj dan Ma`juj.
Ya`juj dan Ma`juj terhubung dengan sebuah kota dan sebuah kaum.

"…Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Alquran) untuk menjelaskan segala sesuatu…." (QS an-Nahl: 89).

Siapakah Ya`juj dan Ma`juj yang dibendung Dzulqarnain dengan tembok besi? Apakah tembok itu sudah runtuh dan Ya`juj dan Ma`juj sudah terlepas ke dunia? Kalau benar sudah dilepaskan, siapa dan di mana mereka? Pertanyaan-pertanyaan tersebut, masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Topik ini memang masih sulit diurai, karena belum ada yang menemukan bukti-bukti arkeologis tembok Dzulqarnain. Sehingga, di mana lokasi tembok dibangun, tetap saja masih menjadi perdebatan. Alhasil, siapa Ya`juj dan Ma`juj atau Gog dan Magog, juga masih sulit diidentifikasi secara pasti.

Bahkan, ada yang menganggap Ya`juj dan Ma`juj masih terkurung di kedalaman bumi, dan mereka baru akan keluar menjelang kiamat. Ada pula yang berspekulasi bahwa Ya`juj dan Ma`juj sesungguhnya terkurung dalam tembok gaib, seolah tembok Dzulqarnain tak pernah eksis di atas bumi.

Selain itu, siapa Ya`juj dan Ma`juj, alam pikiran sebagian orang masih pula diselimuti dugaan-dugaan berbau fantasi. Bahwa mereka adalah monster-monster bertubuh besar, bertaring layaknya drakula, bertelinga panjang, dan lain sebagainya. Pendeknya, mereka bukan manusia, tapi makluk jejadian.

Dua sumber utama
Di tengah spekulasi yang tak kunjung selesai dikunyah-kunyah, itu, ahli asketologi Islam, Syekh Imran N Hosein, tampil memberi penjelasan yang argumentatif. Dia mengajak kembali melihat persoalan pelik tersebut berpedoman pada dua sumber utama dalam Islam, yaitu Alquran dan al-Hadis.

"Alquran adalah kitab yang menjelaskan segala sesuatu," kata Imran, mengutip surah an-Nahl ayat (89), dalam bukunya An Islamic View of Gog and Magog in the Modern World.

Imran menegaskan Ya`juj dan Ma`juj adalah manusia biasa keturunan Nabi Adam. Bukan makhluk jadi-jadian seperti monster, jin, dan lain-lain. Itu didasar kannya pada hadis Nabi yang berbunyi: "Sesungguhnya Ya`juj dan Ma`juj adalah dari keturunan Adam." (Kanzul Ummal, hadis nomor 2158).

Tag:
dan

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini