Jamaah Tak Perlu Repot, Batu Lempar Jumrah Disediakan Maktab

Redaksi Redaksi
Jamaah Tak Perlu Repot, Batu Lempar Jumrah Disediakan Maktab
ist.

MAKKAH - Puncak haji di Padang Arafah tersisa dua hari lagi. Tepatnya 20 Agustus, sekira 3 juta jamaah haji dunia akan melaksanakan wukuf di Arafah.

Ketika bermalam di Muzdalifah, jamaah umumnya akan mengambil batu krikil untuk melakukan lempar jumrah aqobah di Mina.

Tahun ini, jamaah haji Indonesia tak perlu repot mencari batu di Muzdalifah untuk melempar jumrah. Ini karena batu untuk melempar jumrah telah disediakan pengelola maktab.

"Kami meminta seluruh maktab untuk menyediakan kerikil," ujar Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, di Makkah, Kamis, (17/8/2018).

Penyediaan batu kerikil kepada jamaah bertujuan agar keselamatan jamaah lebih terjamin. Kondisi ini, kata dia, berkaca pada peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan jamaah haji menjadi korban.

"Ketika mereka mabit di Muzdalifah untuk mencari kerikil dan itu mereka menyeberang dan berada di pinggir jalan. Itu sangat berbahaya," ucap dia.

Melempar jumrah menjadi salah satu wajib haji. Usai prosesi wukuf, jamaah haji dapat melempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah.

Bagi jamaah haji yang mengambil nafar awal, jumlah batu yang dibutuhkan untuk melempar jumrah yaitu 49 batu. Sementara bagi yang mengikuti nafar tsani perlu 70 batu.

Ukuran batu yang digunakan untuk melempar jumrah disarankan sebesar jari.

Untuk prosesi ini, Lukman meminta jamaah agar menaati aturan waktu pelemparan jumrah yang dibuat otoritas Arab Saudi.

"Saya minta patuhi betul dari jam-jam yang `diharamkan` menuju jamarat. Itu merupakan ketentuan pemerintah Arab Saudi agar tidak terjadi tumpukan jamaah dalam waktu bersamaan," ujar Lukman.

(okezone.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini