Ilustrasi perkiraan pengamatan hilal Ramadan 1441 H hari ini. (dok. Planetarium)Tunggu keputusan Kemenag
Meski begitu, Widya mengatakan belum tentu satu tempat dapat melihat hilal. Sebab bisa saja di tempat lain, hilal tidak bisa diamati. Tim Planetarium Jakarta pun pada hakikatnya tetap menunggu keputusan dari Kementerian Agama.
"Intinya tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI," tegas Widya.
Perbedaan penglihatan ini terkait dengan kombinasi posisi Bulan, Bumi, dan Matahari, serta posisi sang pengamat.
"Misal kita di Jakarta dan di Medan, tentu akan melihat perbedaannya. Apalagi antara pengamat di Indonesia dengan di Timur Tengah. Sekaligus dapat menjelaskan mengapa apabila terjadi gerhana, maka tidak semua wilayah dapat menyaksikannya," lanjut Widya seperti tertulis dalam situs Planetarium Jakarta.
Dalam kasus hilal, semakin ke barat kemungkinan melihat hilal makin besar. Sehingga kemungkinan terdapat perbedaan penentuan hilal antara Indonesia dengan kawasan negara Timur Tengah yang terletak di barat RI. Sehingga, ketika di Indonesia hilal belum terlihat sehingga bulan Syakban dibulatkan jadi 30 hari.
Lain cerita dengan Timur Tengah. Kawasan yang posisinya lebih ke arah barat dari Indonesia ini kemungkinan besar sudah dapat melihat hilal sehingga mereka membulatkan bulan Syakban sebelum Ramadan menjadi 29 hari saja dan keesokan harinya sudah tanggal 1 Ramadan.
"Sesuatu yang sangat wajar karena makin ke barat seiring dengan bertambahnya usia Bulan, juga fase, iluminasi, dan tinggi dari garis ufuk yang niscaya semakin besar dan semakin relatif mudah diamati," tambah Widya.
Kementerian Agama sendiri akan menggelar Sidang Isbat untuk menentukan awal bulan Ramadan 1441 H setelah ibadah Salat Maghrib pada Kamis (22/4) esok. Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin menjelaskan sidang Isbat nantinya akan memanfaatkan sarana sambungan jarak jauh atau teleconference.
"Seiring kebijakan physical distancing dan sesuai protokol kesehatan, kita menghindari ada kerumunan. Sidang isbat akan memanfaatkan teknologi teleconference. sehingga peserta dan media tidak perlu hadir di Kementerian Agama," kata Kamaruddin dalam keterangan tertulis.
Kamaruddin menjelaskan Sidang Isbat akan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, diawali dengan paparan posisi hilal awal Ramadan 1441 H oleh anggota Tim Falakiyah Kementerian Agama. Paparan ini akan disiarkan secara live streaming melalui website dan medsos Kemenag.
Diketahui, Kemenag sendiri sudah menetapkan pos pemantauan hilal (rukyatul hilal) yang tersebar di 82 titik pemantauan di 34 Provinsi di Indonesia.
(CNNIndonesia.com)