Muncul Varian Baru Covid-19 Namanya IHU, Miliki 46 Mutasi Genetik

Redaksi Redaksi
Muncul Varian Baru Covid-19 Namanya IHU, Miliki 46 Mutasi Genetik
Ilustrasi - Dokter memegang botol ampul kaca mengandung sel molekul virus corona Covid-19 asal Inggris yang telah mengalami mutasi RNA menjadi varian baru. (ANTARA/Shutterstock/pri.)

JAKARTA - Saat Omicron terus menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, varian SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19, yang lebih baru lagi muncul di Prancis yakni Varian B.1.640.2.

Varian B.1.640.2 disebut varian IHU, ditemukan para peneliti di Méditerranée Infection University Hospital Institute (IHU).

Lewat Oxford Nanopore Technologies, teknologi masa depan dalam whole genome sequencing, varian B.1.640.2 diketahui memiliki 46 mutasi genetik. Ini dibandingkan genom varian orisinal virusnya yang dari Wuhan. Sebagai pembanding lainnya adalah Omicron memiliki 50 mutasi genetik--36 mutasi khusus di bagian protein paku-nya.

Sedikitnya, sudah ada 12 kasus infeksi varian terbaru itu di Prancis, dilaporkan dari daerah dekat Marseilles, sejak November lalu. Seluruh kasusnya memiliki riwayat perjalanan ke Kamerun di Afrika. Belum diketahui apakah infeksi varian IHU juga terjadi di lokasi lain atau negara lain.

Temuan varian IHU diungkap dalam sebuah studi yang belum dipublikasikan, belum mendapatkan tinjauan dari ahli lainnya, namun sudah dipos di repositori MedRxiv pada 29 Desember 2021. Disebutkan, varian IHU memiliki 46 mutasi genetik dan kehilangan 37 gen dari varian orisinal dalam 30 substitusi asam amino yang terjadi padanya.

Varian IHU juga ditemukan tak memiliki 12 asam amino yang ada pada varian orisinal dari Wuhan.

Sebanyak 14 substitusi asam amino, termasuk yang dikenal sebagai N501Y dan E484K—yang ada pada varian-varian Beta, Gamma, Theta dan Omicron, ditemukan berlokasi di bagian protein paku si virus. Sembilan dari 14 susunan asam amino yang menghilang juga berasal dari bagian vital virus dalam menginfeksi sel ini.

"Data-data ini adalah contoh yang lain lagi betapa kemunculan varian-varian virus corona Covid-19 tak mudah diprediksi, dan dari introduksi mereka di sebuah wilayah geografis tertentu di luar negeri,” tulis para penelitinya di MedRxiv.

Epidemiolog Eric Feigl-Ding mengingatkan kalau varian baru akan terus bermunculan tapi tak selalu lebih berbahaya. Varian menjadi berbahaya dan terkenal apabila memiliki kemampuan berlipat ganda dikarenakan jumlah mutasi genetiknya.

“Itu yang terjadi dengan Omicron, yang lebih mudah menular dan lebih lihai menghadapi respons imun tubuh. Kita masih harus melihat di kategori mana varian terbaru, IHU, ini akan berada,” katanya.

(sumber: tempo.co)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini