Sepanjang Tahun 2015 Angka Kematian Bayi di Pelalawan Meningkat

Redaksi Redaksi
Sepanjang Tahun 2015 Angka Kematian Bayi di Pelalawan Meningkat
foto: Ist
PELALAWAN, riaueditor.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan mencatat sebanyak 64 kasus angka kematian bayi yang terjadi di 12 kecamatan di kabupaten Pelalawan sepanjang tahun 2015. Dimana angka kematian bayi ini mengalami kenaikan dibanding tahun 2014 lalu yang hanya 54 kasus.

"Kita akui di tahun 2015 lalu, angka kematian bayi telah mengalami kenaikan cukup signifikan. Dimana kematian bayi sepanjang tahun 2015 tersebut (Januari-Desember,red) berjumlah sebanyak 64 bayi yang meninggal didalam perut, proses persalinan dan diluar dalam perut (lahir). Sedangkan untuk kelahiran bayi yang hidup sebanyak 7.103 bayi," terang Kepala dinas Kesehatan dr Endid R Pratiknyo melalui Kabid Kesga Erizal kepada riaueditor.com, Kamis (7/1/2016) di Pangkalan Kerinci.

Untuk itu, sambungnya, kita menargetkan pada tahun 2016 ini angka kematian bayi di Bumi Seiya Sekata harus dapat terus ditekan sehingga mengalami penurunan yang signifikan.

Dikatakan Erizal, Pemkab Pelalawan melalui Diskes terus melakukan upaya maksimal untuk mengejar target penurunan angka kematian bayi ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Pelalawan tahun 2016

"Dimana dalam hal ini angka kematian bayi ini, target kedepannya tidak ditemukan lagi kasus kematian bayi di Bumi Seiya Sekata ini. Untuk itu, maka upaya maksimal untuk menekan angka kematian bayi tetap terus kita lakukan salah satunya meningkatkan kemitraan antara para bidan dan dukun beranak disetiap desa dan kelurahan, sehingga target ini dapat tercapai," paparnya seraya mengatakan untuk angka kematian ibu di tahun 2015 sebanyak tujuh orang.

Dijelaskan Kabid Kesga, bahwa peningkatan angka kematian bayi ini sendiri, diakibatkan masih rendahnya minat masyarakat khususya para ibu hamil untuk mengunjungi Posyandu. Padahal, sampai saat ini pihaknya telah menyebar bidan-bidan di seluruh desa di Kabupaten Pelalawan yang juga bermitra dengan dukun beranak.

Namun demikian, meski minat para ibu hamil mengunjungi Posyandu masih rendah, tapi minat para ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tergolong tinggi. Dan hal ini bisa terlihat dari tingkat kunjungan pertama (K1) sampai ke kunjungan ke empat (K4) bagi para ibu-ibu yang tengah hamil.

"Jadi, selama masa kehamilan seorang ibu harus melakukan pemeriksaan sedikitnya empat kali atau biasanya lebih dikenal K1 sampai K4. Dan untuk persentase K1 di tahun 2015, target Diskes kunjungan ibu hamil itu sebesar 90 persen, namun ternyata 99 persen atau sebanyak 8081. Sedangkan persentase K4, target Diskes kunjungan ibu hamil itu sebesar 90 persen, namun ternyata 95 persen atau sebanyak 7579 kunjungan ibu hamil," ujarnya.

Disinggung soal kendala, Erizal mengatakan, bahwa angka kematian bayi bisa semakin maksimal menurun, jika Kabupaten Pelalawan memiliki fasilitas Pelayanan Obstetric Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Dengan adanya PONED di puskesmas, maka puskesmas rawat inap yang memiliki fasilitas tersebut siap 24 jam untuk memberikan pelayanan kesehatan serta kasus-kasus kegawatdaruratan obstretrik dan neonatal tingkat dasar.

"Sehingga dengan adanya fasilitas PONED, pertolongan pada kasus kegawatdaruratan obstetric neonatal secara tepat akan mempercepat penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi. Dan saat ini, kabupaten Pelalawan telah memiliki empat puskesmas rawat inap yang telah memiliki fasilitas PONED yakni Puskesmas Kuala Kampar,Pangkalan Kuras, Bandar Seikijang dan Ukui. Dan ditargetkan hingga tahun 2017, setiap kecamatan akan memiliki PONED. Jadi, ada 8 kecamatan lagi yang akan segera kita usulkan memiliki fasilitas PONED. Dengan demikian, maka tentunya kita optimis angka kematian bayi akan bisa lebih diturunkan semaksimal mungkin," tutupnya. (zul)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini