Seberapa Sering Anda Harus Mandi?

Redaksi Redaksi
Seberapa Sering Anda Harus Mandi?
Foto glamour
Ilustrasi.

Seberapa sering Anda mandi dalam sehari?

Bagi sebagian orang, mandi adalah hal yang penting dilakukan. Di Indonesia, idealnya mandi dilakukan dua kali dalam sehari guna mengaja tubuh tetap bersih dan sehat.

Tak heran, orang yang jarang mandi akan dicap jorok. Padahal menurut penelitian yang dilakukan oleh Genetic Science Center di University of Utah mandi terlalu sering dapat merusak jumlah mikrobioma normal yang ada di dalam tubuh manusia. Mikrobioma sendiri merupakan kumpulan bakteri, virus, dan mikroba lain yang hidup di tubuh manusia.

Para periset mengatakan bahwa mikrobioma tersebut berperan penting dalam menjaga kesehatan manusia. Bahkan jika ekosistemnya terganggu dapat menyebabkan penyakit pada tubuh. Tanpanya sistem kekebalan tubuh, pencernaan bahkan hati Anda bisa menanggung akibatnya.

Dalam suatu penelitian yang mengamati suku Yanomamo di Amazon, Amerika Selatan, para peneliti menemukan bahwa kulit, mulut, dan tinja mereka memiliki bakteri pelengkap terkaya di antara populasi manusia yang pernah diteliti sampai saat itu.

Yang dimaksud dengan bakteri pelengkap termasuk di dalamnya adalah bakteri yang membawa resistensi antibiotik. Padahal warga desa tersebut tidak pernah menyentuh antibiotik sama sekali.

Selain itu penelitian juga menyimpulkan bahwa mandi menggunakan sabun dan sampo justru dapat meluruhkan bakteri pelengkap dan minyak tubuh alami yang dibutuhkan tubuh.

 

Oleh karena itu, menjadi hal yang masuk akal jika gangguan kulit secara umum seperti jerawat muncul akibat gangguan terhadap mikrobioma normal manusia. Mungkin saja sampo atau sabun yang Anda gunakan mengganggu ekosistem mikrobioma tubuh Anda.

Melansir Time, mandi bukanlah soal bersih atau tidak. Karena tubuh kita secara alami dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sebenarnya, mandi merupakan cara untuk menghilangkan aroma tak sedap pada tubuh.

"Orang berpikir mereka mandi demi faktor higienis atau agar lebih bersih, padahal secara bakteriologi, bukan itu persoalannya," ujar Dr. Elaine Larson, pakar penyakit menular di Columbia University School of Nursing.

Jadi, frekuensi mandi yang ideal adalah tergantung kondisi tubuh Anda. Dr. C. Brandon Mitchell selaku asisten professor of dermatology di George Washington University Amerika Serikat menyarankan untuk mandi satu atau dua kali dalam seminggu. Selain itu, frekuensi mandi juga bisa dipengaruhi oleh cuaca dan aktivitas yang dilakukan.

"Tubuh Anda sejatinya telah mengandung minyak alami yang baik bagi tubuh. Alhasil melakukan mandi secara rutin pun tak perlu," jelasnya.

Durasi mandi tergantung dari kebiasaan tubuh Anda sendiri melakukannya. 

"Saya memberitahu pasien yang mandi setiap hari agar tidak membasahi seluruh tubuh mereka. Cukup bagian bokong, dan lipatan paha yang merupakan area tubuh manusia yang menghasilkan sekresi berbau kuat penyebab bau badan. Lantas bagian tubuh lainnya tidak perlu banyak dibersihkan dengan sabun," tutupnya.

(kumparan.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini