Ini Manfaat Minum Kopi untuk Kesehatan Otak

Redaksi Redaksi
Ini Manfaat Minum Kopi untuk Kesehatan Otak
ilustrasi

JAKARTA - Kopi adalah salah satu minuman khas yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Karena rasanya yang nikmat, membuat pencinta kopi selalu ketagihan.

Selain itu, kopi selalu menjadi teman terbaik saat kita lagi begadang sendiri atau saat bekerja. Selain dapat menghilangkan rasa ngantuk, minum kopi mempunyai beberapa khasiat pada kesehatan otak anda.

 

Kopi mengandung ratusan senyawa bioaktif yang dapat menjaga kesehatan tubuh Anda, termasuk otak. Berikut manfaat minum kopi untuk kesehatan otak yang mungkin Anda dapatkan.

1. Mempertajam Daya Ingat

Selain membuat Anda lebih waspada, kafein juga dapat meningkatkan ketajaman memori. Tanpa memerintah otak untuk mengingat sesuatu, kafein dapat merangsang otak untuk mengingat suatu hal yang mungkin dilupakan.

Namun, jika dikonsumsi terlalu banyak, kafein bisa juga menghasilkan ingatan yang tidak akurat.

2. Meningkatkan Fokus

Menurut sebuah studi, kandungan kafein pada kopi dapat memengaruhi fungsi otak. Kafein yang terbawa oleh aliran darah berinteraksi dengan reseptor adenosin dan merangasang produksi serotonin, dopamin, dan nonadrenalin. Ketiga senyawa ini membuat Anda jadi lebih waspada dan fokus, yang membuat proses berpikir jadi lebih efisien.

3. Menurunkan Risiko Penyakit Otak dan Saraf

Berbagai penyakit dapat menyerang otak Anda, seperti demensia dan Alzheimer. Penyakit tersebut menyebabkan daya ingat dan kemampuan berpikir memburuk serta perubahan perilaku dalam menjalani kegiatan sehari-hari.

Risiko kedua penyakit ini terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Namun, perkembangan penyakitnya dapat diperlambat dengan minum kopi. Periset percaya bahwa kandungan antioksidan dan senyawa antiradang yang terkandung pada kopi dapat mengurangi peradangan pada sel-sel otak.

Selain demensia dan alzeheimer, kandungan kafein pada kopi juga dipercaya membantu mencegah penyakit Parkinson. Penyakit ini menandakan bahwa sel-sel saraf di otak yang memproduksi dopamin rusak atau mati. Akibatnya, gerakan tubuh akan terganggu dan menimbulkan tremor pada tubuh.

(jarrak.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini