Bahaya Ikan Makarel Bercacing pada Tubuh

Larva cacing yang tertelan dalam keadaan hidup bisa menimbulkan berbagai keluhan.
Redaksi Redaksi
Bahaya Ikan Makarel Bercacing pada Tubuh
Foto: Prasetya Fauzani/Republika
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melakukan razia ikan kaleng mengandung cacing di salah satu pusat perbelanjaan, di Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (29/3). Razia di sejumlah pusat perbelanjaan tersebut guna mengantisipasi peredaran ikan kaleng berbahay

JAKARTA - Saat ini sedang heboh pemberitaan mengenai cacing yang diketemukan pada ikan kalengan makarel. Nama cacing tersebut adalah Anisakis sp dengan nama penyakit yang biasa mengikutinya, Anisakiasis.

Konsumsi ikan mengandung cacing ini, berdampak buruk pada kesehatan. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Pencernaan, dr Ari Fahrial Syam SpPD, mengatakan larva cacing ini jika tertelan oleh manusia dalam keadaan hidup dapat menempel di dalam lambung atau usus halus menimbulkan berbagai keluhan. Antara nyeri perut, mual, muntah, kembung, diare ada darah dan demam yang tidak terlalu tinggi.

"Selain itu keberadaan larva cacing ini pada tubuh manusia juga bisa menyebabkan reaksi alergi pada tubuh manusia yang bisa berakibat fatal," ujarnya dalam pesan singkat yang diterima Republika.co.id, Sabtu (31/3).

Larva cacing Anisakis ini tidak bisa berkembang biak di tubuh manusia tapi bisa bertambah besar. Sebab sejatinya siklus hidup cacing ini ada di dalam tubuh ikan.

"Sejauh ini sebagai dokter penyakit dalam yang melakukan endoskopi saya tidak pernah menemukan secara langsung larva cacing Anisakis di saluran pencernaan pasien. Tapi saya pernah mendapatkan berbagai cacing lain seperti cacing gelang (Askaris), cacing cambuk (Trikuris)  atau cacing pita (Taenia) yang didapat melalui pemeriksaan endoskopi," ungkapnya.

Kembali ke cacing Anisakis, cacing ini memang banyak ditemukan pada raw fish (ikan mentah) atau raw sea food (makanan laut mentah) sehingga kasus penemuan cacing ini banyak ditemukan pada masyarakat Jepang yang menyukai sashimi atau sushi.

"Bagaimana dengan larva Anakis yang ditemukan pada ikan makarel? Hal ini jelas mustinya tidak terjadi dan saya sangat setuju bahwa BPOM langsung bertindak atas produk-produk yang tercemar tersebut," ujarnya.

Tindakan tegas memang diperlukan, meski larva pada ikan bisa mati saat dimasak dengan benar. Selain itu larva cacing tersebut sebenarnya juga akan mati jika disimpan dalam suhu -20 derajat celcius.

"(Tetapi) apapun kita harus tetap mewaspadai dan tetap hati-hati akan keberadaan larva yang mencemari makanan. Terutama jika akan dikonsumsi secara mentah," sarannya.

(republika.co.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini