BPBD Rohil: Musim Kemarau Jangan Bakar Lahan

Redaksi Redaksi
BPBD Rohil: Musim Kemarau Jangan Bakar Lahan
ram
Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil, H Azhar SE Msi
BAGANSIAPIAPI, riueditor.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) kembali menghimbau, jangan bakar lahan dimusim kemarau ini. Pasalnya selama bulan Ramadhan ratanya suhu di Kabupaten Rohil cukup memprihatinkan, yakni mulai dari 28°-30° Celsius bahkan bisa lebih.

Dengan kondisi seperti itu, cuaca extrem panas rata di Kabupaten Rohil cukup memprihatinkan. Jelas ini akan memicu titik-titik panas (api,red) bisa muncul dimana saja dan kapan saja. Apa lagi pada Daerah-daerah yang rawan menjadi langganan hospot api di Rohil," demikian dikatakan Kadis BPDB, H Azhar SE, Msi diruang kerjanya, Kamis (25/6).

Menurut Azhar, baru-baru ini jajaran Kapolres Rohil melaui tim anti Karhutla yang terbentuk telah berhasil memadamkan api yang membakar lahan warga seluas lebih kurang 4 hektar. Diduga, masih ada saja masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar.

" Kita sangat afresiasi kinerja jajaran Kapolres Rohil, selain itu jika dugaan kebenaran Karhutla kemarin benar adanya. Diminta untuk pihak yang berwajib memproses pelaku Karhutla sesuai dengan proses yang berlaku," papar Azhar.

Ditambahkan, ini bertujuan memberikan efek jera terhadap pelaku tindak Karhutla dan yang lainnya. Jadi, kedepannya jika masyarakat atau pihak perusahaan dan pihak lainnya tidak semena-mena saat membuka lahan dengan cara membakar. Kan, bisa silakukan dengan cara lain?

"Sudah banyak pemberitahuan atau pemahaman dari Pemda Rohil baik secara penyuluhan, tulisan mau pun melalui media cetak dan online. Ini sangat jelas dan membuktikan keseriusan Pemda Rohil guna mencegah dan memberantas bahaya Karhutla," tegasnya.

Diminta kepada seluruh lapisan masyarakat dan Perusahaan dimusim kemarau dan cuaca yang tidak menentu ini, hindari yang namanya membakar saat membuka lahan atau didalam hutan. "Ingat, sekecil apa pun yang namanya api, dimusim kemarau ini tidak mustahil api menjadi besar," imbuh Azhar kembali.

Bagi masyarakat dan degenap perusahaan yang sudah dibentuk melaui masyarakat peduli api (MPI), saling bahu-membahu jika menemukan satu sumber api atau kobaran api diwilayah mana pun. "Kerjasama merupakan satu bentuk kepdulian kita terhadap ganguan Karhutla di Negri ini," tutup Azhar. (ram)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini