Pilih Vietnam, Investor Ogah Investasi di RI, Indonesia Seburuk Itu?

Redaksi Redaksi
Pilih Vietnam, Investor Ogah Investasi di RI, Indonesia Seburuk Itu?
Foto: Foto kolase bendera Indonesia dan Vietnam. (AP Photo)

JAKARTA - Alarm bahaya bagi Indonesia. Perusahaan asing kini lebih memilih membangun pabrik di Vietnam ketimbang di Indonesia.

Beberapa faktor menjadi landasan investor asing dimana biaya tenaga kerja yang lebih kompetitif, indeks kemudahan berbisnis yang lebih tinggi, infrastruktur yang lebih baik, dan efisiensi logistik yang lebih baik. Selain itu, Vietnam memiliki akses geografis yang strategis ke pasar Asia, dan kebijakan perdagangan yang lebih terbuka.

Hal yang bukan menjadi rahasia umum juga adalah dimana keresahan para kalangan pengusaha atas maraknya pungutan liar (pungli) yang dilakukan kalangan ormas di berbagai proyek di Indonesia. Bahkan pemerasan Tunjangan Hari Raya (THR) yang diajukan oleh beberapa ormas ke perusahaan mendorong kekhawatiran para investor asing enggan berinvestasi lagi di Tanah Air.

Bahkan terdapat kabar yang masih hangat, dimana PT Yihong Novatex Indonesia melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 1.126 buruh. Perusahaan yang bergerak di industri tekstil dan alas kaki ini, membeberkan alasan PHK terhadap 1.126 buruh tersebut. Hal ini disebabkan karena pemberi pekerjaan menarik dan menghentikan pesanan (order) akibat keterlambatan pengiriman.

Ini akibat dari mogok kerja tidak sah yang dilakukan pekerja pada tanggal 30 Januari sampai dengan 1 Februari 2025 yang berdampak pada perusahaan diberikan peringatan lampu kuning oleh pemberi pekerjaan.

Kabar ini pun menjadi kabar buruk bagi calon investor asing yang akan berinvestasi di Tanah Air.

Yang terbaru, LEGO Group secara resmi membuka pabrik canggih di provinsi Binh Duong, Vietnam selatan pada 9 April 2025. LEGO Manufacturing Vietnam merupakan pabrik keenam perusahaan di seluruh dunia dan kedua di Asia.

Melansir Vietnam News pada Selasa (15/4/2025), pabrik canggih tersebut bernilai US$1 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun. Memiliki luas 44 hektare ini merupakan pabrik LEGO Group yang paling ramah lingkungan.

Wakil Perdana Menteri Mai Văn Chính mengatakan pembukaan pabrik tersebut merupakan hasil kerja sama antara Vietnam dan Denmark. Menurutnya, kerja sama kedua negara ini menunjukkan semangat membangun masa depan bersama.

Pemerintah Vietnam bertekad untuk mengembangkan ekonomi secara paralel dengan melindungi lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Vietnam memprioritaskan untuk menarik teknologi canggih berkualitas tinggi, proyek ramah lingkungan, dan LEGO adalah model ideal untuk orientasi pembangunan tersebut.

Pabrik di Vietnam merupakan pabrik keenam LEGO di dunia.

Dengan meningkatka investasi di Vietnam, berdampak pada kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) di negara tersebut.

Investasi pabrik LEGO dapat membuka banyak lapangan pekerjaan di Vietnam sehingga memberikan efek peningkatan konsumsi rumah tangga hingga pajak bagi negaranya.

Jika kita lihat pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) antara Vietnam dengan Indonesia, kini Vietnam hampir membalap angka PDB Indonesia.

Selengkapnya di sini..


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini