Pasangan Lansia Meninggal karena COVID-19 di Waktu Bersamaan Sambil Pegangan Tangan

Redaksi Redaksi
Pasangan Lansia Meninggal karena COVID-19 di Waktu Bersamaan Sambil Pegangan Tangan
Zenobia Ansualve duduk di rumahnya di Caracas, Venezuela, pada 18 Agustus 2021. Ansualve (88) yang tinggal sendiri dan tidak meninggalkan rumahnya sejak awal pandemi COVID-19, mengatakan dia hidup dengan $20 sebulan dari menyewakan kamar miliknya. (AP Pho

PASANGAN lanjut usia (lansia) di Michigan, Amerika Serikat, Cal Dunham dan Linda, meninggal dunia akibat COVID-19. Mereka meninggal dengan perbedaan waktu hanya satu menit, dan dalam keadaan berpegangan tangan.

Cal, 59 tahun, dan Linda, 66 tahun, terkonfirmasi tertular virus Corona penyebab COVID-19 pada awal September 2021.

Tak lama setelah pulang berkemah bersama keluarga, Cal dan Linda menjalani tes COVID-19 dan hasil dinyatakan positif Corona. Keduanya dilarikan di rumah sakit dan harus menjalani perawatan dengan ventilator.

Seperti dilaporkan Fox 17 Online pada Selasa, 28 September 2021, Cal dan Linda adalah pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta (komorbid), yang buat kondisi keduanya kritis.

Beberapa hari menjalani perawatan, baik Cal maupun Linda tidak memerlihatkan ke arah yang baik. Dokter lalu memberitahu anaknya, Sarah Dunham bahwa alat bantu hidup orangtuanya harus segera dilepas pada Senin, 27 September 2021, waktu setempat.

Cal dan Linda yang berada di ruangan yang sama dilaporkan meninggal dunia akibat COVID-19 di waktu yang berdekatan. Cal pukul 11.07 dan Linda pada 11.08.

Keduanya Selalu Bersama

Sarah, mengatakan, saat mengetahui hasilnya positif COVID-19, ibunya sempat bercanda akan terus berada di samping suami tercinta, apa pun yang akan terjadi padanya.

"Dan, benar saja, dia benar-benar berada di dekatnya," kata Sarah.

Sarah, bercerita, orangtuanya kerap melakukan segalanya bersama-sama. Mereka pergi berkemah, pergi beribadah ke geraja, dan ke aman saja selalu berdua.

"Cinta yang mereka temukan setelah pernikahan sangat fantastis," kata Sarah.

Sampai akhirnya, keduanya merasakan sesuatu usai melakukan perjalanan sambil berkemah bersama keluarga bulan ini.

"Ayah saya menelepon saya sebelum perjalanan, dan mengatakan dia tidak enak badan tetapi dia pikir itu seperti sinus. Sedangkan ibu saya memberitahu saya seperti flu," kata Sarah.

Tiga hari setelah perjalanan keluarga dilakukan, Cal dan Linda berbicara pada Sarah bahwa mereka merasa tidak enak badan.

"Hari ketiga mereka membangunkan saya dan berkata 'Kami harus segera pulang karena merasa tidak enak badan'. Jadi, saya mengemasi semuanya dan mereka pergi," Sarah menambahkan.

(sumber: LIputan6.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini