Desak Kenaikan Gaji, Pekerja Prancis Mulai Mogok Massal di Seluruh Negeri

Redaksi Redaksi
Desak Kenaikan Gaji, Pekerja Prancis Mulai Mogok Massal di Seluruh Negeri
Foto: Sejumlah demonstran dari New Ecologic and Social People's Union (NUPES), sebuah koalisi partai kiri dan hijau melakukan aksi menentang melonjaknya inflasi di Paris, Prancis , Minggu (16/10/2022). Selain berdemo soal inflasi, mereka mengkritik k

JAKARTA - Serikat pekerja Prancis memulai pemogokan nasional pada Selasa (18/10/2022). Ini dilakukan untuk mendesak kenaikan gaji di tengah inflasi yang meninggi.

Pemogokan ini akan dilakukan dengan cakupan seluruh negeri, dengan pemogokan di Ibu Kota Paris akan dimulai pada pukul 12.00.

Aksi ini diprediksi akan memengaruhi sektor publik seperti sekolah dan transportasi. Sebelumnya, serikat pekerja kilang minyak juga telah melakukan hal yang sama hingga membuat pasokan BBM berantakan.

Operator kereta Eurostar mengatakan pihaknya membatalkan beberapa kereta api antara London dan Paris karena pemogokan tersebut. Operator kereta api umum Prancis SNCF mengatakan bahwa lalu lintas pada koneksi lokal turun 50% tetapi tidak ada gangguan besar pada jalur nasional.

Tak hanya itu, pekerjaan pemeliharaan penting untuk pasokan listrik Eropa juga diprediksi akan tertunda setelah pemogokan juga dilakukan di raksasa nuklir EDF.

Juru bicara Pemerintah Prancis Olivier Veran mengatakan lebih banyak permintaan staf dapat terjadi pada siang hari. Ini dikarenakan pengemudi terus mengantre di depan SPBU pada saat transportasi umum tidak bekerja.

"Akan ada permintaan sebanyak yang dianggap perlu ... Memblokir kilang, ketika kami telah mencapai kesepakatan tentang upah, ini bukan situasi yang normal," kata Veran dikutip Reuters.

Sementara itu, serikat pekerja kilang minyak CGT telah menyerukan pemogokan lanjutan ke minggu keempat di TotalEnergies. Meski perusahaan telah mencapai kesepakatan termasuk kenaikan 7% dan bonus, CGT menuntut kenaikan gaji 10%, dengan alasan inflasi dan keuntungan besar perusahaan.

Sebelumnya, Presiden Emmanuel Macron juga buka suara. Ia mengatakan krisis bahan bakar sudah terjadi dan menginginkan solusi secepat mungkin.

Sejatinya, inflasi di Prancis tidak setinggi negara-negara Eropa lainnya yang telah menyentuh dua digit. Pada September 2022 inflasi tahunan Prancis 'hanya' 5,6% setelah turun dari bulan sebelumnya sebesar 5,9% yoy.

(sumber: CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini