BKSAP DPR RI: Gencatan Senjata Momentum Pengakuan Palestina Lebih Luas

Redaksi Redaksi
BKSAP DPR RI: Gencatan Senjata Momentum Pengakuan Palestina Lebih Luas
Dr. Syahrul Aidi Maazat, Lc, MA.(Foto: Ist)

JAKARTA - Kondisi jalur Gaza menuju masa pemulihan. Gencatan senjata antara Israel-Hamas telah berlaku sejak Ahad (19/1/2021) lalu.

Melihat momentum yang krusial ini, Anggota Badan Kerjasama Antara Parlemen (BKSAP) DPR RI, Dr. Syahrul Aidi Maazat, Lc, MA menyambut baik kondisi ini walau seperti apapun keadaannya.

Dr. Syahrul Aidi Maazat meminta agar gencatan senjata ini dimanfaatkan untuk pengakuan kemerdekaan Palestina oleh negara-negara global.

"Ini momentum yang tepat agar negara-negara yang belum mengakui kemerdekaan Palestina segera mengakuinya. Tidak ada artinya gencatan ini tanpa pengakuan kemerdekaan Palestina secara lebih luas," kata Syahrul Aidi.

Dia meminta jangan sampai hilang begitu saja malahan akan muncul genosida berikutnya oleh Israel ke Palestina.

"Malahan Israel ini seperti tidak rela gencatan senjata ini terjadi. Itu terlihat satu hari setelah pengumuman oleh Presiden AS, mereka masih menyerang Jalur Gaza. Kalau Israel ini tidak dikontrol lebih ketat, bukan tidak mungkin akan terjadi genosida berikutnya dan gencatan ini gagal," tegas Syahrul Aidi.

Dia melihat langkah pemerintah sudah tepat. Di berbagai forum internasional, pertemuan dengan negara sahabat presiden Prabowo sudah menyuarakan secara tegas pentingnya Palestina untuk dibantu dan diakui kemerdekaannya.

"Nah, ini momentum bagi Indonesia untuk mewujudkan perdamaian dunia, khususnya di timur tengah. Kita dari BKSAP DPR RI terus mengawal ini bergandeng tangan dengan pemerintah agar di era modern ini tidak ada lagi praktik genosida, invasi negara lain. Kita harapkan, semua negara memiliki kedudukan yang sama, satu dengan yang lainnya" tutup Syahrul Aidi Maazat.

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini