AS 'Ngamuk' ke Perusahaan Malaysia, Jatuhkan Sanksi

Redaksi Redaksi
AS 'Ngamuk' ke Perusahaan Malaysia, Jatuhkan Sanksi
Foto: Reuters/Thomas White

JAKARTA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan larangan impor dari pembuat sarung tangan Malaysia, Supermax. Otoritas Negeri Paman Sam menilai bahwa perusahaan itu telah melakukan praktik kerja paksa.

Mengutip Reuters, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP) menjatuhkan sanksi tersebut pada Rabu (20/10/2021). CBP mencium adanya pelanggaran kerja paksa dalam proses manufacturing perusahaan itu setelah aktivis buruh melaporkan hal tersebut.

"Dengan 10 dari 11 indikator kerja paksa yang diidentifikasi selama penyelidikan kami, CBP memiliki banyak bukti untuk menyimpulkan bahwa Supermax dan anak perusahaannya memproduksi sarung tangan dengan melanggar undang-undang perdagangan AS," kata AnnMarie R. Highsmith, Asisten Komisaris Eksekutif CBP.

Aktivis buruh Andy Hail mengatakan bahwa langkah ini merupakan langkah yang sesuai dengan gugatan pihaknya. Ia mengatakan wawancaranya dengan para pekerja perusahaan menunjukkan bahwa mereka tinggal dan bekerja dalam kondisi yang memprihatinkan.

"Para pekerja membayar biaya perekrutan tinggi, yang mengakibatkan jeratan hutang, serta menghadapi pemotongan upah yang melanggar hukum dan hidup dalam kondisi yang tak layak."

Pabrik-pabrik Malaysia sendiri saat ini masih mendapatkan sorotan keras mengenai tuduhan pelecehan dan eksploitasi terhadap pekerja asing. Kebanyakan dari pekerja tersebut berasal dari Bangladesh dan Nepal.

Sementara itu, ini merupakan kali keempat perusahaan Malaysia mendapatkan sanksi semacam ini. Sebelumnya rival Supermax,Top Glove, juga sempat dijatuhi sanksi serupa. Selain itu, produsen minyak sawit Sime Darby Plantation danFGV Holdings juga pernah jatuh dalam hukuman yang sama tahun lalu.

(sumber: CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini