Wilayah Rakhine Kembali Memanas, Ribuan Warga Myanmar Dievakuasi

Redaksi Redaksi
Wilayah Rakhine Kembali Memanas, Ribuan Warga Myanmar Dievakuasi
(Foto: AFP)
Foto pasukan keamanan Myanmar berjaga di wilayah Rakhine

SITTWE - Pemerintah Myanmar disebut mengevakuasi setidaknya 4.000 warga dari wilayah Negara Bagian Rakhine akibat keadaan di sana yang semakin memanas. Di saat yang sama, ribuan warga etnis Rohinya juga melarikan diri ke Bangladesh untuk menghindari keadaan di Rakhine.

Sebagaimana dikutip dari Reuters, Minggu (27/8/2017) pemerintah Myanmar mengklaim, memanasnya situasi itu dipicu oleh kelompok pemberontak yang terdiri dari warga Rohinya menyerang pasukan pemerintah pada Jumat 25 Agustus 2017. Kekerasan ini menyebabkan setidaknya 98 orang kehilangan nyawanya.

Pertempuran hingga Sabtu pun masih belum berakhir. Dengan ratusan warga Rohinya yang terus bertikai dengan militer Myanmar di sekitar wilayah Kota Maungdaw. Kekerasan inilah yang memicu pemerintah mengevakuasi warga non-Muslim di sana.

Serangan ini dilaporkan menjadi yang terparah dibandingkan serangan serupa yang terjadi pada Oktober 2016. Namun serangan pada Oktober itulah yang memicu operasi militer Pemerintah Myanmar di Rakhinya yang semakin membuat kehidupan warga etnis Rohinya di sana semakin sengsara.

Memanasnya kembali wilayah Rakhine membuat pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, angkat bicara. Suu Kyi mengecam serangan yang dilancarkan pemberontak Rohinya ke 30 kantor polisi dan markas tentara. Para pemberontak disebut menyerang lokasi-lokasi vital keamanan di Rakhine itu menggunakan senjata api, kayu dan bom rakitan.

Sekadar informasi, Suu Kyi yang terkenal sebagai penerima nobel perdamaian itu acap kali menerima kritikan pedas dari banyak pihak. Pasalnya, ia terkesan “diam” melihat warga etnis Rohinya yang terus menderita.

Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Kembali Myanmar, Win Myat Aye, mengatakan bahwa 4.000 penduduk desa yang melarikan diri dari tempat tinggal mereka sudah dievakuasi. Namun sayangnya, hanya warga non-Muslim saja yang dievakuasi oleh Pemerintah Myanmar.

Kementerian Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Kembali merelokasi sementara ribuan warga non-Muslim tersebut di vihara-vihara, kantor pemerintah serta kantor polisi di beberapa kota besar.

Sayangnya Aye tidak menjelaskan rencana Pemerintah Myanmar terkait nasib warga etnis Rohinya yang juga terjebak dalam konflik tersebut. “Sangat sulit untuk mengatakan, ini adalah situasi konflik sehingga sangat sulit untuk mengatakan siapa yang benar atau salah,” tambah Aye.

(emj/okezone)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini