Warning dari Korsel! New Normal Mulai, COVID-19 Naik Lagi

Redaksi Redaksi
Warning dari Korsel! New Normal Mulai, COVID-19 Naik Lagi
(Lee Jin-wook/Yonhap via AP)
Foto: Presiden Korea Selatan Moon Jae in menggelar preskon di kompleks pemerintah di pusat kota Seoul, Korea Selatan, Minggu, 23 Februari 2020. Presiden Korea Selatan telah menempatkan negara itu dalam siaga tertinggi untuk penyakit menular dan mengatakan

JAKARTA - Korea Selatan kembali melaporkan lonjakan kasus corona (COVID-19) dalam dua bulan terakhir. Meski jadi percontohan "new normal" dunia, Korsel kini terancam gelombang kedua COVID-19.

Per Kamis, pejabat setempat mengumumkan ada 79 kasus baru yang ditemukan, Ini membuat total kasus yang dimiliki negeri Ginseng menjadi 11.344 kasus.

Kluster baru, ditemukan di ibu kota Seoul yang padat penduduk. Setelah kluster Itaewon, kini Korsel dihadapkan pada kluster perusahaan e-commerce Coupang di Bucheon, Seoul Selatan.

Sekitar 4.100 pekerja dan pengunjung kini melakukan isolasi mandiri. "Sebanyak 80% sudah diuji," kata Wakil Menteri Kesehatan Korsel Kim Gang-lip, pada wartawan dikutip dari AFP.

Ia memprediksi kasus baru akan terus meningkat seiring tes yang dilakukan. Jumlah kasus kemarin adalah peningkatan terbesar sejak pengumuman 81 pasien baru, di 5 April lalu.

Korsel sudah melonggarkan jarak sosial sejak awal bulan ini. Semua aktivitas sudah normal tapi wajib mengikuti prosedur yang ada.

Tempat umum mulai dari gereja hingga sekolah dibuka. Siswa pun diizinkan bersekolah sejak Minggu lalu. Padahal di Februari lalu, negara ini menjadi kedua terburuk dalam penyebaran COVID-19 setelah China.

Dari data Worldometers, ada 5,7 juta kasus penderita COVID-19 di dunia. Angka kematian mencapai 357 ribu sementara yang sembuh 2,498 juta.

COVID-19 menginfeksi 213 negara dan teritori. AS. Brasil dan Rusia jadi tiga negara dengan kasus terbanyak di dunia.

(CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini