Negara Bagian Malaysia Mau Haramkan Game PUBG!

Redaksi Redaksi
Negara Bagian Malaysia Mau Haramkan Game PUBG!
REUTERS / Pascal Rossignol
Foto: Seorang imigran Kurdi dari Irak, memainkan permainan perang di smartphone-nya, saat ia beristirahat di dalam gimnasium di Grande-Synthe, Prancis, 9 Januari 2019.

JAKARTA - Game perang online The PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) harus dilarang karena mendorong generasi muda ke arah terorisme dan mengikis rasa kasih sayang untuk orang lain.

Hal tersebut disampaikan oleh pemimpin negara bagian di Malaysia, Negri Sembilan Mufti Datuk Mohd Yusof Ahmad. Ia juga mengatakan pemerintah Malaysia harus segera mempertimbangkan untuk melarang permainan PUBG karena memiliki dampak negatif pada anak-anak dan remaja.

"Saya yakin game ini telah direncanakan dengan sengaja sejak lama," katanya, mengutip laporan New Straits Times, Selasa (19/3/2019).

"Tujuannya adalah membentuk pikiran generasi muda agar menikmati perang, untuk bertarung dan menikmati kegiatan yang ganas," tambahnya.

Dia mengatakan permainan itu tidak pantas untuk umat Islam dan harus disingkirkan karena mudah diakses dan dapat dimainkan oleh siapa saja di laptop ataupun ponsel.

"Pemerintah harus memperhatikan karena game sekarang dimasukkan sebagai bagian dari esports," katanya.

"Bukan tidak mungkin senjata api dapat dengan mudah diakses suatu hari. Pikirkan konsekuensinya jika PUBG menjadi bagian dari kehidupan anak muda kita," tambahnya.

Pernyataannya itu disampaikan setelah beredar laporan bahwa game tersebut dan game tembak-tembakan lainnya telah menginspirasi pelaku penembakan kejam di Christchurch, Selandia Baru, Jumat kemarin (15/3/2019).

Pelaku penembakan yang merekam aksinya layaknya game tersebut telah membuat 50 orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Namun, saat dimintai tanggapan mengenai penembakan massal di Christchurch itu, Ahmad mengatakan hal itu terjadi karena ada kebencian terhadap Islam.

"Para pemimpin dunia adalah orang-orang yang menciptakan Islamophobia... Jika orang-orang di atas membenci Islam, tidak mengherankan bahwa orang-orang di bawah mereka akan mengikutinya," jelasnya. 

(cnbcindonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini