Mantan Wakil PM Inggris: Ulah Israel Adalah Kejahatan Perang

Redaksi Redaksi
Mantan Wakil PM Inggris: Ulah Israel Adalah Kejahatan Perang
Serangan Israel yang diarahkan ke Gaza (Foto: Reuters)
LONDON - Mantan Wakil Perdana Menteri Inggris menilai tindakan Israel yang melancarkan serangan ke Gaza adalah sebuah kejahatan perang. Menurutnya respons Israel atas roket Hamas sangat brutal dan tidak proposional.

"Sebuah negara yang menghantam rumah sakit, mengebom dan membunuh anak-anak dari kapal perang ketika mereka sedang bermain bola serta bertanggungjawab atas kematian lebih dari 1.000 orang dalam waktu dua pekan, pantas disebut Negara Firaun," ujar mantan Wakil Perdana Menteri Inggris John Prescott menggambarkan Israel, seperti dikutip Mirror, Minggu (27/7/2014).

"Negara ini (Israel) seharusnya dikecam oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Amerika Serikat (AS) dan Inggris. Tetapi rangkaian protes justru diredam. Kecaman pun diperhalus," lanjutnya.

Menurut Prescott, PM Israel Benjamin Netanyahu menggunakan alasan yang sama terus menerus. Bagi Prescott Israel akan terus menggunakan alasan Hamas yang menyerang mereka terlebih dulu dengan roket. Selain itu Israel memiliki hak untuk membela diri dan Israel perlu melindungi warganya.

"Dia (Netanyahu) benar dengan pembelaannya, tetapi seperti biasanya bagi Israel hal ini bukan cerita keseluruhan. Tindakan militer yang seharusnya mengarah ke Hamas, secara brutal dilontarkan kepada warga Gaza," tuturnya.

"Serangan yang tidak terarah tersebut, tentunya pantas menyebut Israel melakukan kejahatan perang," imbuhnya.

Prescott menyoroti warga Gaza yang dibiarkan hidup seperti tahanan di balik tembok dan pagar. Mereka tidak bisa menyelamatkan diri dari pengeboman.

Selain itu, blokade ekonomi Israel telah memaksa warga Palestina jatuh dalam jurang kemiskinan. Dibandingkan jumlah korban tewas dari warga Palestina yang mencapai 1.050, jumlah korban tewas di Israel tidaklah seberapa. (faj/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini