Kim Jong-un "Jual" Ribuan Rakyatnya Senilai Rp26 T untuk Danai Program Nuklir

Redaksi Redaksi
Kim Jong-un
Foto: KCNA
Kim Jong-un Mengirimkan 90 Ribu Buruh Kerja Paksa ke Luar Negeri Senilai Rp26 T untuk Danai Program Nuklir.
PYONGNYANG - Pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un menggandakan jumlah pengiriman buruh ke luar negeri demi mendanai proyeknya dan program nuklir. Para warga Korut kini menjadi buruh di 40 negara. Beberapa di antara mereka bekerja di pertambangan di Mongolia, industri tekstil di China, atau proyek konstruksi di Timur Tengah.

Lembaga swadaya masyarakat North Korean Watch yang bermarkas di Seoul, Korea Selatan, telah melakukan penyelidikan mengenai hal ini. "Sejak Kim Jong-un berkuasa, jumlah buruh kerja paksa membludak," kata Direktur Eksekutif Norh Korean Watch, Myeong Chul Ahn, sebagaimana dilansir ABC, Selasa (21/7/2015).

"Kami memperkirakan ada sekira 90 ribu orang (buruh) dan mereka menyumbang USD2 miliar atau sekira Rp26 triliun per tahun untuk Pemerintah Korut," sambung Myeong Chul Ahn.

Seorang warga Korut bernama Rim Il, semula menganggap pekerjaannya di luar negeri sebagai kesempatan berharga. Apalagi, dia bisa memperoleh USD120 atau sekira Rp1,6 juta per bulan dan tiga kali makan setiap hari.

"Ada banyak nasi bahkan sup daging. Di Korut, hal seperti ini tidak bisa dibayangkan terjadi," kata dia.

Namun, pekerjaannya sebagai seorang tukang kayu di Kuwait menjadi mimpi buruk ketika dia mulai bekerja selama 16 jam per hari dan terperangkap dalam sebuah kamp. Dia juga tidak pernah menyentuh gajinya sebab seluruh penghasilannya masuk ke kantong pemerintah.

"Bila menengok ke belakang, saya dapat melihat kalau kami diperlakukan seperti binatang, bukan manusia. Kami pada dasarnya bukanlah manusia," pungkasnya.


(pam/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini