Kemlu RI Panggil Dubes Malaysia terkait Larangan Masuk bagi WNI mulai 7 September

Redaksi Redaksi
Kemlu RI Panggil Dubes Malaysia terkait Larangan Masuk bagi WNI mulai 7 September
(Foto: Antara)
Judha Nugraha

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar (Dubes) Malaysia di Jakarta guna meminta klarifikasi mengenai larangan masuk pemegang izin imigrasi jangka panjang dari Indonesia mulai 7 September mendatang.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha mengatakan, Dubes Malaysia menjelaskan mengapa aturan itu diterapkan.

"Dalam pertemuan tersebut Dubes Malaysia menyampaikan kebijakan ini bersifat sementara dan akan dikaji setiap minggunya," kata Judha, Jumat (4/9/2020).

Soal WNI yang kini berada di Malaysia, Judha melanjutkan, kondisi mereka relatif lebih baik setelah pemerintah setempat menerapkan perintah pembatasan pergerakan pemulihan (RMCO) hingga Desember mendatang. Ini memberikan kelonggaran bagi berbagai aktivitas ekonomi.

"Meski demikian, enam perwakilan RI di Malaysia selalu siaga memberikan bantuan logistik bagi WNI kelompok rentan yang memang masih memerlukan bantuan selama masa RMCO ini," tutur Judha.

Kemlu juga mengimbau seluruh WNI di Tanah Air untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri kecuali ada keperluan sangat mendesak.

Seperti diberitakan, pada 1 September Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob mengumumkan larangan masuk WNI dengan pemegang izin jangka panjang terkait lonjakan kasus virus corona. Aturan yang sama berlaku bagi warga negara India dan Filipina. Namun berikutnya aturan ini diperluas ke negara dengan jumlah kasus Covid-19 lebih dari 150.000 penderita.

Larangan masuk ini berlaku bagi pemegang izin jangka panjang, seperti penduduk tetap, ekspatriat, peserta Malaysia My Second Home, pemegang izin kunjungan profesional, pasangan warga negara Malaysia, dan pelajar.

Namun Malaysia masih memberikan kelonggaran untuk kasus tertentu meskipun mereka harus melewati pemeriksaan sangat ketat.

"Komite khusus kabinet mengetahui lonjakan mendadak kasus positif Covid-19 di negara tertentu. Rapat hari ini memutuskan memberlakukan pembatasan terhadap warga negara India, Indonesia, dan Filipina untuk masuk," ujar Ismail.

(iNews.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini