Polres Siak Buru Ortu Pembuang Bayi Perempuan di Kebun Sawit Warga

Redaksi Redaksi
Polres Siak Buru Ortu Pembuang Bayi Perempuan di Kebun Sawit Warga
Ilustrasi

PEKANBARU, riaueditor.com - Polres Siak terus mengusut kasus temuan bayi perempuan yang ditemukan warga dikebun sawit, tepatnya di DAM pintu air sekunder tujuh, perbatasan Kampung Langkai dan Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak, 02/10/2019 silam. 


Penyelidikan terus dilakukan petugas untuk mempercepat penangkapan pelaku.


Kapolres Siak AKBP Doddy F Sanjaya melalui Kasat Reskrim Polres Siak AKP M Faizal Ramzani mengatakan polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap orang tua pembuang bayi berjenis kelamin perempuan tersebut. 


"Masih kami lacak siapa kedua orang tuanya. Pihaknya juga sudah menyisir kampung -kampung serta kos-kosan" ujarnya Senin (18/11/2019).


Selama dalam proses penyelidikan polisi, bayi dengan berat 2,5 Kg panjang 48 cm dan tali pusat bayi yang sudah kering itu diserahkan ke Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Dinas Sosial Provinsi Riau.


Sejak ditemukannya, kondisi bayi dipulihkan hingga tumbuh dengan normal dan sehat.


Seperti diketahui, warga Kecamatan Siak dikejutkan dengan penemuan bayi perempuan yang baru dilahirkan tergeletak dalam keadaan tanpa berpakaian di kebun sawit, tepatnya di DAM pintu air sekunder 7 antara perbatasan Langkai dan Buantan Besar Kecamatan Siak pada 2 Oktober 2019 sekira pukul 15.25 WIB.


Kasat Reskrim Polres Siak AKP M Faizal Ramzani, Senin (18/11/2019) mengatakan, kronologis penemuan bayi malang itu berawal saat seorang warga yang akrab disapa Mbah No yang sedang membersihkan lahan sawitnya mendengar tangisan bayi. 


"Penasaran dengan tangisan bayi itu, Mbah No lalu ia menelusuri suara tersebut, ternyata benar ada seorang bayi perempuan dengan kondisi cukup memprihatinkan," kata Faizal. 


Oleh Mbah No temuan tersebut kemudian dilaporkan ke RT dan Penghulu Kampung Buantan Besar Sugiono serta Babinkamtibmas yang sedang bertugas di daerah tersebut.


Mereka bersama-sama membawa bayi tersebut dari lokasi menuju Puskesmas Siak.


"Kemudian bayi itu dibawa ke Puskesmas Siak dan selanjutnya dirujuk ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk mendapatkan perawatan secara intensif," lanjut Faizal. 


Pihak RSUD Tengku Rafian Siak kemudian menghubungi Dinsos Siak untuk upaya penanganan lanjut mengenai proses administrasi penemuan bayi malang yang tidak diketahui siapa orang tuanya itu. 


Selanjutnya Dinsos Siak melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian perihal proses penyelidikan.


Saat penyelidikan masih berjalan, bayi dinyatakan sudah sehat dan normal. 


Dalam hal ini, Dinas Sosial Siak tidak memiliki lembaga khusus penitipan anak terlantar, sehingga Dinas Sosial Siak merujuk bayi tersebut untuk dititipkan sementara ke LKSA milik Dinas Sosial Provinsi Riau.


"Saat ini bayi perempuan tersebut dititipkan ke Lembaga pangasuhan anak sambil proses penyelidikan berjalan," pungkasnya. (dri) 



Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini