Polda Riau Ungkap Jaringan Narkoba Lapas di Riau dan Jaringan Malaysia, Sita 64,87 Kg Lebih Sabu dan 9.998 Butir Ekstasi.

Redaksi Redaksi
Polda Riau Ungkap Jaringan Narkoba Lapas di Riau dan Jaringan Malaysia, Sita 64,87 Kg Lebih Sabu dan 9.998 Butir Ekstasi.
riaueditor

PEKANBARU, riaueditor.com - Kepolisian Daerah Riau dan jajaran berhasil mengungkap peredaran gelap narkotika yang dikendalikan oleh sindikat dari negara jiran Malaysia.


Diketahui, para sindikat narkoba lintas negara tersebut memiliki jaringan yang mengakar di Riau dan provinsi lainnya di Indonesia.


Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam keterangan persnya, Kamis (8/10) menuturkan, dari pengungkapan itu pihaknya berhasil menyita barang bukti 64,87 kg lebih sabu dan 9.998 butir pil ekstasi.


"Peredaran narkoba ini dikendalikan oleh sindikat lintas negara dan daerah. Ada juga jaringan Lapas," ujarnya.


Dijelaskan Kapolda, dibulan September 2020, Polda Riau dan jajaran berhasil mengungkap 5 kasus peredaran narkoba dalam jumlah besar.


Peredaran narkoba ini, selain dikendalikan jariangan linta negara ada jaringannya yang dikendalikan oleh para narapidana yang ada di Lapas, baik itu di Pekanbaru, Bangkinang dan Lapas Surabaya.


Kasus pertama yang diungkap pada awal September 2020 adalah 6 kg sabu dan dikendalikan dua warga Malaysia yakni Mr Ya dan Mr Bu.


Oleh mereka, narkoba tersebut dikirim via transporter laut kepada seseorang berinisial Uj, yang berperan sebagai kurir penerima barang di Dumai. Dia berhasil ditangkap.


"Mr Bu mengendalikan bagaimana barang haram itu bisa masuk ke Indonesia. Selanjutnya meminta Uj di Dumai agar menyeludupkan sabu yang telah dikemas dengan cara menyimpannya dalam 2 buah speaker dan dibagi masing-masing 3 kg," jelas Agung.


Setelah itu, sabu tersebut akan diserahkan kepada Ad dan Haf, warga asal Madura yang tinggal di Malang, Provinsi Jawa Timur.


Kedua tersangka ini kemudian datang ke Pekanbaru dan kemudian menuju Dumai menggunakan angkutan umum (bus). "Sabu itu rencananya akan dibawa untuk diedarkan di Malang dan Surabaya," kata Agung.


Dari hasil penyidikan, setelah keduanya ditangkap, diketahui jika Ad dan Haf diarahkan oleh seorang mahasiswa di Malang bernama Sy untuk menjemput narkoba di Dumai dan kemudian membawanya ke Semarang.


"Sy merupakan jaringan yang mengendalikan peredaran narkoba di Malang," sebut Agung.


Kemudian gerak-gerik mereka itu diawasi oleh Is dan Ha di Surabaya. "Mereka berdua ini, dikendalikan oleh Mr Ya, yang merupakan mafia narkoba di Malaysia. Saat ini kami sedang lakukan upaya pengejaran bersama Dittipid Narkoba Bareskrim Polri," ungkapnya. 


Lalu kasus kedua diungkap pada 7 September 2020. Polisi menangkap bandar berinisial Do berikut barang bukti 10 Kg sabu yang di bawa dari Bengkalis menuju Pekanbaru, untuk selanjutnya diserahkan kepada Ro. 


Jaringan ini dikendalikan oleh seorang narapidana perempuan berinisial Fi di Lapas Bangkinang, Kabupaten Kampar. Sedangkan Fi dikendalikan oleh Uncle di Malaysia. 


"Kita menghadapi sindikat narkoba jaringan Malaysia dengan sindikat napi di Surabaya dan Bangkinang, mereka tidak terpisahkan," ungkap Agung.


Kasus ketiga pada 20 September dengan ditangkapnya Fa dan Ri. Dari tangan kedua tersangka, polisi mengamankan sabu seberat 14 Kg. 


"Fa dan Ri mendapatkan narkoba yang dikendalikan oleh Ap yang merupakan narapidan di Lapas Pekanbaru," lanjut Agung. 


Lalu kasus keempat adalah, temuan sebuah truk yang melintang di Kecamatan Bukit Kapur, Dumai. Setelah dicek di dalam truk tersebut polisi menemukan sabu 24 kg. 


"Dari penyelidikan, diketahui truk itu milik oleh As dan Su.Tersangka Su berperan yang membelikan truk untuk pengiriman sabu, sedangkan As sebagai orang yang disuruh menyopiri truk tujuan ke Medan,  Sumut. Keduamya kita tangkap di Medan," ujar Agung.


Pelaku Su dan As, dikendalikan oleh narapidana di Lapas Pekanbaru berinisial Sup alias Adit. Barang haram tersebut rencananya akan dipasarkan di Kota Medan.


Kemudian, kasus kelima diungkap pada 27 September 2020 dengan menangkap tersangka Do dan Had bersama barang bukti 13 Kg sabu dan pil ekstasi 10 ribu butir yang dikemas dalam kotak televisi merk Toshiba di dalam mobil Kijang Innova Ribon yang disiapkan oleh Ar dan dikawal Sa. 


Dari pengungkapan kasus ini, polisi juga menyita dua pucuk senjata api jenis Revolver dan FN berikut peluru aktif dari keduanya. 


Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam pengungkapan dan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Riau. 


"Sebagian besar para pelaku yang berhasil ditangkap ini dikendalikan napi yang sedang menjalani masa hukuman di Lapas," kata Agung. R11)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini