Kasus Salah Tangkap, Diduga Kapolresta Lindungi Bawahannya

Redaksi Redaksi
Kasus Salah Tangkap, Diduga Kapolresta Lindungi Bawahannya
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Hariyanto Watratan, SH,S.Sos
PEKANBARU, Riaueditor.com- Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Robert Hariyanto Watratan, SH,S.Sos terkesan melindungi Aipda Indra, anggotanya yang terlibat dalam kasus salah tangkap dan penganiayaan terhadap Udrizal (19), seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Riau hingga babak belur.

Sikap Robert terlihat saat dikonfirmasi Riaueditor, Minggu (14/12) siang, soal langkah penegakan disiplin terhadap Aipda Indra. Ia terkesan menolak dengan alasan jika anggotanya sudah melakukan perdamaian dan korban juga sudah menarik laporan polisi yang dibuatnya di Mapolresta Pekanbaru.

"Anggota saya sudah melakukan perdamaian dan korban juga sudah mencabut laporan kasus penganiayaan yang dibuatnya di Mapolresta Pekanbaru. Selain itu, dikampung korban di Pasir Pangaraian Kabupaten Rokan Hulu, anggota saya juga sudah melakukan perdamaian secara adat," jelasnya melalui telepon selulernya.

Dikatakan Kapolresta, jika tindakan yang dilakukan anggotanya sudah benar dalam melakukan pengungkapan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
"Tindakan disiplin terhadap Aipda Indra sudah diserahkan ke Propam Polresta Pekanbaru. Kalau nanti dikatakan berat sebelah, yang jelas saya akan lindungi anggota saya. Karena dia telah melakukan proses pendekatan dan perdamaian dengan korban. Apalagi korban juga sudah melakukan pencabutan laporan polisi yang dibuatnya," tandas Robert.

Disinggung tidak adanya proses disiplin hingga hari ini, Kapolresta enggan menyebutkannya. "semuanya sudah saya serahkan ke Propam, biar propam yang menindak," ujarnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Udrizal (19), seorang mahasiswa UIN Riau, warga Kecamatan Tampan, ditangkap lalu dibebaskan dengan kondisi lebam-lebam dan babak belur. Dirinya mengaku dianiaya oleh oknum anggota polisi saat dibawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk dimintai keterangan.

Udrizal diduga menjadi korban salah tangkap oleh oknum Intel Polresta Pekanbaru bernama Aipda Indra, Kamis (06/11) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, saat berada disebuah warnet di Jalan Garuda Sakti tak jauh dari rumahnya.

Kepada sejumlah wartawan, Udrizal mengaku telah dianiaya. Padahal statusnya masih terperiksa. Merasa dirugikan, Udrizal bersama keluarganya lalu melapor ke Propam Polda Riau, namun disarankan melapor ke Provost Polresta Pekanbaru, Kamis (06/11) siang.

"Awalnya oknum polisi yang mengaku sebagai anggota Buser Reskrim Polresta Pekanbaru itu, menduga sepeda motor Kawasaki Ninja No Pol BM 4336 US kepunyaan saya adalah sepeda motor hasil curian. Saya kemudian dijemput saat sedang main Play Station (PS) di Jalan Garuda Sakti tak jauh dari rumah saya," cerita Udrizal.

Karena takut melihat para polisi bertampang seram yang memaksanya untuk ikut, sambil membekap kedua tangannya. Udrizal yang tidak mengetahui permasalahan itu dipaksa oleh oknum polisi tersebut untuk mengaku sebagai pencuri sepeda motor dengan cara menganiayanya di lokasi penangkapan. Perbuatan itu disaksikan oleh warga yang ada dilokasi kejadian.

"Saya lalu disuruh masuk ke dalam mobil dan kembali dianiaya. Didalam mobil Kepala saya diinjak-injak. Sekujur tubuh dan wajah saya dipukuli," kata Udrizal sambil melihatkan luka lebam dimata dan wajah serta di sekujur tubuhnya usai membuat laporan di SPKT Polresta pekanbaru.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini