Kapolri Ancam Berhentikan Bawahannya yang Lambat Berantas Pungli

Redaksi Redaksi
Kapolri Ancam Berhentikan Bawahannya yang Lambat Berantas Pungli
(Doc. Net)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian

JAKARTA – Kapolri jenderal Tito Karnavian mengancam akan memecat bawahannya yang lambat dalam memberantas pungutan liar (pungli).

Demikian disampaikan Tito usai mengukuhkan tim satuan tugas sapu bersih pungutan liar (saber pungli) di tingkat Polri, Rabu (16/11). Tim akan dikomandoi Irwasum Komjen Dwi Priyatno. Adapun di tingkat pusat dipimpin Menko Polhukam Wiranto.

Menurut dia, dirinya juga akan melaksanakan bersih-bersih di tingkat internal Korp Bhayangkara.

"Ini saya terus tugaskan ke Propam dan lakukan operasi internal, jangan sampai Polri dianggap hanya tangkap di luar, tapi di dalam melindungi. Tidak. Keluar pun kita bekerja. Di luar, tim mulai bekerja mulai hari ini," tegas Tito.

"Saya akan lakukan reward dan punishment. Polda yang gak dapatkan apa-apa, Irwasdanya saya akan ganti. Di Mabes Polri banyak stok pamen (perwira menengah) yang berprestasi. Kita bisa ganti," ancam Tito.

 

Bahkan Tito akan memberhentikan tim yang tidak ada progres signifikan dalam tiga bulan pertama usai dikukuhkan.

"Masih banyak yang mau. Saya minta seluruh Kapolda dukung operasi ini. Kalau ada polda yang gak berhasil, saya akan ingatkan Kapoldanya. Ini bukan perintah saya, tapi presiden. Presiden ingin unit pelayanan diperbaiki, bersih dari pungli," tegasnya

Dia mengatakan, komposisi tim yang dibentuk berisi Propam, Irwasum, Intelijen, dan Brimob. Semua akan bergerak, menyasar sentra pelayanan publik yang bersentuhan langsung ke masyarakat. "Tujuannya, agar masyarakat yang sudah susah, tidak ditarik pungli," kata dia.

Diketahui, Polri baru saja menindak 385 anggota Polri terkait pungli di jalanan pantai utara Jawa (pantura).

(jarrak.id)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini