Imperial KTV Pekanbaru Diduga Sediakan Narkoba Untuk Pengunjung

Redaksi Redaksi
Imperial  KTV Pekanbaru Diduga Sediakan Narkoba  Untuk Pengunjung
riaueditor
Ilustrasi.

PEKANBARU, riaueditor.com - Tempat hiburan malam Imperial KTV yang berlokasi di basemant Hotel Grand Central Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru diduga menyediakan narkoba bagi para pengunjung.


Hal itu dibuktikan dengan peristiwa penangkapan dua orang karyawan berinisial Pe alias Pendi dan Awi serta Liza seorang pemandu lagu berparas cantik asal Bandung dari room Suite 2 pada Selasa (15/9) dini hari kemarin. 


Bersama ketiga orang itu, Ditresnarkoba Polda Riau menyita barang bukti 5 butir pil ektasi warna biru bermerk Marvel yang dibungkus kertas tisue, uang Rp 1,5 juta dan 2 unit handphone.


Informasi diperoleh pil ekstasi tersebut didapatkan dari pemandu lagu dengan membelinya melalui waiters berinisial Pe alias Pendi seharga Rp 300 ribu perbutirnya. Sedangkan Pendi mendapatkannya dari Awi, karyawan bagian operator di Imperial KTV. 


Wakil Direktur Ditresnarkoba Polda Riau, AKBP Christian Ronny Putra, saat dikonfirmasi, membenarkan ditangkapnya dua karyawan dan seorang pemandu lagu dari Imperial KTV Hotel Grand Cetral Pekanbaru pada Selasa (15/9) dini hari kemarin. 


"Awalnya kita menerima informasi dari masyarakat, kalau di Imperial KTV yang ada di Hotel Grand Central itu ada peredaran gelap narkoba. Atas informasi itulah kita lakukan penyelidikan," sebut mantan Kapolres Indragiri Hilir tersebut, Kamis (17/9).


Ronny mengatakan, setelah mendapat informasi tersebut, dirinya langsung memerintahkan tim Khusus Ditnarkoba Polda Riau, untuk melakukan penggerebekan di Imperial KTV.


"Saat penggerebekan kita temukan barang bukti 5 butir pil ektasi ada sama pemandu lagu dan waiters disana," lanjutnya.


Kemudian dilakukan interogasi awal terhadap pemandu lagu dan waiter, mereka mengakui kalau 5 butir pil ekstasi itu diperoleh dari seorang operator Imperial KTV berinisial Awi. 


"Dari keterangan keduanya barang bukti diambil dari si Awi operator KTV. Kalau barang bukti itu setelah kita dalami, berasal dari Imperial KTV. Untuk jaringannya kita masih melakukan penyelidikan lanjut" tutup Ronny. (R11)


Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini