Hari Ini, Rekontruksi Kasus Suap Gubri Nonaktif

Redaksi Redaksi
Hari Ini, Rekontruksi Kasus Suap Gubri Nonaktif
vila/riaueditor.com
PEKANBARU, riaueditor.com - Saat ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan rekontruksi kasus suap alih fungsi lahan untuk tersangka Gubri non aktif Annas Maamun (AM) dan Gulat Manurung (GM). Namun, rekonstruksi dilakukan KPK secara terpisah. Rekonstruksi pertama dilakukan atas tersangka Gulat Manurung di Kantor Dinas Perkebunan (Disbun) Riau.

Sekitar pukul 11.40 WIB, tersangka Gulat langsung digiring ke dalam ruangan Kepala Dinas Perkebunan (Kadisbun) Riau bersama pengusaha yang diduga dari PT Duta Palma. Didalam gedung itu telah menunggu Kepala Dinas Perkebunan Zulher dan Pengacara Annas Maamun, Eva Nora.

"Di sini (Disbun) cuma pak Gulat saja, pak Annas saya tidak tahu dimana keberadaannya. Tetapi yang jelas pak Annas juga dibawa ke Pekanbaru bersama Gulat," kata pengacara Annas Maamun, Eva Nora. Selasa (25/11).

Untuk tersangka Annas lanjut Eva, rekonstruksi kemungkinan akan digelar di kediaman Gubernur Riau jalan Diponegoro. "Rekon pak Annas mungkin setelah ini," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Annas Maamun dan Gulat Manurung dicokok dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Mereka digerebek ketika dugaan transaksi suap tengah berlangsung. Annas disangka menerima suap senilai Rp 2 miliar dari Gulat berkaitan dengan proses alih fungsi hutan.

Gulat memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 140 hektare yang lahannya masuk kategori hutan tanaman industri (HTI). Suap itu diberikan sebagai jalan mempermulus perubahan status menjadi lahan areal penggunaan lain (APL).
Barang bukti yang berhasil disita dalam OTT meliputi Sin$ 156 ribu dan Rp 500 juta. Selain dugaan suap alih fungsi lahan, duit tersebut juga diduga merupakan bagian dari ijon proyek-proyek lainnya di Provinsi Riau. (dea)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini