Gembong Curanmor di Main Stadion Utama Riau Dibekuk

Redaksi Redaksi
Gembong Curanmor di Main Stadion Utama Riau Dibekuk
dm/riaueditor.com
Gembong Curanmor di Main Stadion Utama Riau Dibekuk
PEKANBARU, Riaueditor.com- Komplotan pencurian sepeda motor (Curanmor) diseputaran kawasan Main Stadion Utama Riau dan Kampus Universitas Riau berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Tampan. Mereka adalah Agustiar (20), Esperi (19), Rodi (22), Amri Sulaiman Hasibuan (42), Riki (29) serta Abdul Halim (42). Dari tangan pelaku tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti 10 unit sebuah sepeda motor berbagai merek dan kunci T yang dipakai saat beraksi.

Agustiar warga Jalan Garuda Sakti Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan, yang merupakan otak pelaku terpaksa dihadiahkan sebutir timah panas petugas, karena berusaha kabur saat disergap di Wisma Asia Tiku komplek Giant Jalan HR Soebrantas Panam, Kecamatan Tampan, Minggu (11/1) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB.

"Kesemuanya ada delapan tersangka, dua tersangka masih dibawah umur. Tersangka Agustiar yang merupakan otak pelaku kita tangkap di Wisma Asia Tiku komplek Giant Panam, Esperi ditangkap dirumahnya dan Rodi ditangkap di simpang Tabek Gadang, Panam. Sementara Amri Sulaiman dan Abdul Halim ditangkap di Jalan Taman Karya dan Riki ditangkap dirumahnya," terang Kapolsek Tampan Kompol Suparman, Selasa (13/1).

Kala beraksi, Agustiar bertindak sebagai pemetik sedangkan Esperi warga Jalan Melati sebagai pembawa dan perantara penjual motor hasil curian adalah Rodi warga Jalan Yos Sudarso, Amri Sulaiman warga Jalan Simpang Kualu, Riki warga Jalan Rimbo Panjang dan Abdul Halim warga Jalan Melur. "Tersangka Amri Sulaiman merupakan penadah besarnya. Dia menjual motor curian tersebut berkisar Rp 3 juta hingga Rp 5 juta perunitnya," ujar Suparman.

Agustiar mengaku, selama ini dia bersama komplotannya sudah melangsungkan aksi sebanyak 50 kali dengan TKP di diseputaran kawasan Main Stadion Utama Riau dan Kampus Universitas Riau. Sasarannya sepeda motor yang sedang diparkir yang tidak menggunakan kunci ganda.

"Saat mencuri, kami melakukannya berdua, dan setelah berhasil mencuri, motor tersebut kami jual seharga Rp 3 hingga 5 juta," ujar Agustiar saat gelar perkara di Polsek Tampan, Selasa (13/1).

Sementara itu, Kapolsek tampan Kompol Suparman mengatakan Augustiar CS kerap beraksi diseputaran Kawasan maint Stadion Utama Riau. "Kami ada menerima 53 Laporan Polisi, yang sudah pasti korbannya ada 6. Kami juga masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan lanjut atas kasus pencurian ini, karena tidak tertutup kemungkinan tersangka melakukan diwilayah lainnya," ungkapnya.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini