Enam Kawanan Pembobol ATM Alfamart Pekanbaru, Ditembak

Redaksi Redaksi
Enam Kawanan Pembobol ATM Alfamart Pekanbaru, Ditembak
dm/riaueditor.com
PEKANBARU, Riaueditor.com- Setelah diburu sekian pekan, kawanan rampok pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BRI yang berada di Alfamart Pekanbaru pada tahun 2013 dan 2014, diringkus jajaran Satreskrim Polresta Pekanbaru dan jajaran Polsek Serpong. Enam orang tersangka harus ditembak, karena berusaha melawan dan kabur saat akan diringkus petugas.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria SH SIK MH, Senin (12/5) mengatakan, lima pelaku asal Palembang, Sumatera Selatan itu ditangkap saat berada di rumah Harun, rekan mereka di daerah Serpong, Kota Tangerang, Jum'at (09/5) sore sekitar pukul 17.00 WIB. Sementara seorang rekannya ditangkap di Pekanbaru, Senin (12/5) dini hari.

Sewaktu digerebek, kawanan itu berhamburan keluar. Tak ingin kehilangan buruannya, petugas lantas menghadiahkan timah panas pada bagian kaki. Tersangka yang ditembak adalah, Muhamad Edi (53), Saiful Jamil (35), Muhamad Aini (37), Marzani (39),  Sapidin (43), Anggi (28).

"Kalau tidak ditembak, kawanan ini bisa lolos. Karena mereka merupakan perampok spesialis ATM asal Provinsi. Bayangkan, usai beraksi di Pekanbaru, mereka kabur ke Bengkulu dan Jakarta, disini mereka juga beraksi," ungkap Arief Fajar.

Komplotan inilah, yang kerap beraksi merampok sejumlah ATM BRI yang berada di Alfamart di Pekanbaru. Terakhir, mereka beraksi di dua lokasi Alfamart di Jalan Satria No 1 A 27 Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya dan Jalan Rambutan Kecamatan Marpoyan Damai, dibobol kawanan maling spesialis ATM pada Senin (21/4) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

"Total uang yang berhasil dibawa kabur mereka berjumlah ratusan juta rupiah dan mereka membaginya rata ke setiap yang ikut serta," kata Arief Fajar.

Saiful Jamil, yang merupakan otak dan spesialis mengelas saat pembobolan ATM, mengatakan sebelum beraksi mereka biasanya menggambar dulu lokasi mesin ATM yang akan digasak mereka.

"Setelah menggambar lokasi, kemudian kami berbagi peran bang, ada yang bertugas mengawasi, ada yang mengemudi dan menggunting baut-baut pengikat ATM. Saya sendiri yang bagian las," sebutnya dengan wajah tertunduk dan menahan sakit luka tembaknya.(dm)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini