Dugaan Korupsi Dana Desa Bukit Petaling Belum ‘diminati’ Penegak Hukum di Inhu

Redaksi Redaksi
Dugaan Korupsi Dana Desa Bukit Petaling Belum ‘diminati’ Penegak Hukum di Inhu
zap/riaueditor.com
Kades Bukit Petaling terpilih, Purnawindra memberikan keterangan kepada wartawan.

RENGAT, riaueditor.com - Masyarakat Desa Bukit Petaling Kecamatan Rengat Barat, Inhu, Riau, berharap dana desa yang dikelola selama kepemimpinan dijabat Plt Kades Bukit Petaling, yakni mantan Sekcam Rengat Barat, Cik M Ali Syukeri yang kini menjabat sebagai Sekcam Kuala Cenaku segera diusut tuntas.

Cik M Ali Syukeri sebelumnya dikonfirmasi awak media ini mengatakan, dia tidak ada memakan dana desa Bukit Petaling itu. Anehnya mantan Sekcam Rengat Barat ini membantah ada memakai dana desa Rp.20 juta yang diambilnya melalui Bendahara Dana Desa, Sundari yang juga diketahui Sekdes Milono.

"Saya tidak ada memakai dan atau meminjam dana desa Bukit Petaling yang dikatakan Sundari dan Milono sebesar Rp.20 juta, apalagi ditambah dengan Rp.10 juta atas Casbon yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu," kata Cik M Ali Syukeri saat dikonfirmasi melalui selulernya.

Ditanya soal bukti bukti tanda penerimaan uang yang diterima Plt Kades Bukit Petaling atas nama Cik M Ali Syukeri ada pada Bendahara dana desa dan diketahui oleh Sekdes Bukit Petaling, Milono, seketika itu Cik M Ali Syukeri terdiam dan minta untuk bertemu wartawan.

Saat awak media ini bersama dengan Sekdes Milono dan Bendahara dana desa, Sundari di kediaman Milono, Sundari sempat menghubungi seluler mantan Plt Kades Bukit Petaling, Cik M Ali Syukeri. Dalam perbincangan yang juga terdengar awak media ini bahwa, Cik M Ali Syukeri sempat membantah memakai uang dengan tanda terima sebesar Rp.20 juta, ditambah Rp.10 juta uang kontan yang belum dipertanggungjawabkan.

Dengan nada agak keras, Sundari menegaskan bahwa, uang pencairan dana sebesar Rp.50 juta, sebesar Rp.30 juta untuk Milono guna pembiayaan pelantikan Plt Kades Bukit Petaling dan yang Rp.20 juta dipakai Cik M Ali Syukeri kala dan kini belum ada pertanggungjawabannya ditambah Rp.10 juta terpakai olehnya.

"Uang itu dipakai dia, pertama 20 juta dan kedua 10 juta, hingga kini belum juga ada dipulangkan atau laporan LPJnya," ungkap Sundari seraya diamini Milono.

Dijelaskan Milono, uang dana desa sebesar Rp. 20 juta plus Rp.10 juta, diambil Plt Kades Bukit Petaling, Cik M Ali Syukeri dengan harapan pembayarannya dari keuntungan sejumlah proyek desa yang dikerjakan. Termasuk hasil proyek yang dikerjakan mantan Kades Rustam dalam pembangunan perawatan badan jalan senilai Rp.170 juta yang belakangan disebutkan Tugiono perawatan jalan hanya menghabiskan dana sebesar Rp.70 juta saja.

Inspektur Inspektorat Pemkab Inhu, Boyke Sitinjak ketika dikonfirmasi lawat WhatsApp miliknya mengatakan, menurutnya para Kepala Desa di Inhu ini pada bandel dan tetap saja ada masalah. Sehingga dirinya menyarankan awak media gencar mempublikasikannya agar masyarakat bisa meniai.  

Sementara itu, Ketua BPD Bukit Petaling, Tugiono saat dikonfirmasi mengaku pesimis masalah ini bisa ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. Sebab persoalan ini seharusnya sudah menjadi keweanagan aparat setempat.

"Hasilnya tetap nol besar juga, biarlah yang berkepentingan memintai keterangan BPD jika diperlukan, kalau melaporkannya sepertinya menguras tenaga dan lain sebagainya saja," ujar Tugiono memelas.

Camat Rengat Barat, Yus Amrina S.Sos dikonfirmasi awak media ini mengatakan, dalam melaksanakan pembersihan segala kasus korupsi di Rengat Barat ini, dirinya berulang kali diteror orang tak dikenal, bahkan ada yang nada mengancam dirinya.

"Masalah teror ini masih belum diperdulikannya, karena selama ini sudah mulai diketahuinya siapa yang melakukan teror itu, nanti jika sudah ada hal hal yang perlu dilaporkan kepada pihak yang berwajib, akan segera melaporkannya termasuk kepada Bupati Inhu," ungkapnya. (zap)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini