Ketika Bahasa `Elu-Gue` Kalahkan `Ane-Ente`

Oleh: Alwi Shahab
Redaksi Redaksi
Ketika Bahasa `Elu-Gue` Kalahkan `Ane-Ente`
Kursus bahasa Cina
Kata lu dan gue sekarang ini sudah menjadi bahasa gaul. Tidak lagi diucapkan di kampung-kampung, tapi sudah menjadi bahasa sehari-hari para selebriti.

Kalau kita menonton infotainment di televisi, lu dan gue menjadi ucapan saling sapa di antara mereka. Mungkin banyak yang tidak tahu kata yang berarti `kamu` dan `saya` ini berasal dari bahasa Cina.

Tapi orang Cina di Glodok mengatakan, mereka membahasakan diri dengan sebutan owe dan engko. Lu dan gue memang sudah mengalahkan ane dan ente yang punya arti serupa dalam bahasa Arab. Ane dan ente hingga kini masih digunakan di kampung-kampung Betawi.

Dominasi Cina tidak hanya di bidang bahasa. Untuk bidang kuliner, pengaruh bahasa Cina untuk berbagai jenis makanan dan sayuran masih kental hingga sekarang. Seperti bakso, siomay, dan bakpau yang berasal dari bahasa Cina.

Sampai 1960-an orang menjauhi makanan ini karena para pedagangnya keturunan Cina. Seperti di Kampung Arab, Pekojan, bila tukang bakso dan siomay lewat akan ditimpuki.

Maklum, kala itu makanan ini terbuat dari daging babi. Kini, menjadi tren para muda-mudi untuk bersama pacarnya ngebakso. Toge, sawi, dan lobak juga berasal dari bahasa Cina.

Dan masih ratusan lagi kata-kata Cina yang sudah menjadi ucapan sehari-hari. Termasuk uang segobang (2,5 sen), cepek (seratus), seceng (seribu). (ROL)

Tag:

Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini