Produktivitas Pekerja Indonesia 10% di Bawah Rata-Rata ASEAN

Redaksi Redaksi
Produktivitas Pekerja Indonesia 10% di Bawah Rata-Rata ASEAN
Ilustrasi.(Foto: Ist)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menilai tingkat produktivitas kerja menjadi kunci penting, posisi Indonesia ternyata berada di bawah rata-rata Asia Tenggara. Hal ini menjadi salah satu tantangannya.

Menaker mencatat, tingkat produktivitas kerja Indonesia berada di level Rp 89,3 juta per tenaga kerja per tahun pada 2024. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan negara lain.

"Ini adalah potret produktivitas kita, kita masih punya tantangan terkait dengan produktivitas tenaga kerja," ujar Yassierli dalam Kick-off Pekan Peningkatan Produktivitas Nasional, Senin (10/11/2025).

Dia turut menyoroti kalau tingkat produktivitas kerja Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara.

"Ini kita bandingkan produktivitas Indonesia dibandingkan dengan rata-rata negara ASEAN dalam 6-7 tahun terakhir, kita kira-kira 10 persen di bawah rata-rata ASEAN," ujar Yassierli.

Dia menyadari kalau banyak faktor yang mempengaruhi tingkat peoduktivitas tersebut. Namun, dia berharap ada upaya bersama untuk meningkatkannya.

"Kita bisa meningkatkan produktivitas ini dengan satu komitmen, satu tekad, satu semangat yang sama bahwa tenaga kerja kita harus bisa, harus mampu memberikan value lebih dari apa yang mereka berikan saat ini dengan intervensi-intervensi yang kita bisa lakukan pada level korporasi," beber dia.

Sebelumnya, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah menggerakkan produktivitas nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, dilihat dari kontribusi produktivitas, Indonesia masih kalah dari Vietnam dan China.

WKU Kadin Indonesia Bidang Perencanaan Pembangunan Nasional (Bippenas-Kadin Indonesia), Bayu Priawan Djokosoetono menilai, produktivitas jadi satu kunci Vietnam mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi 8 persen.

“Selama ini pertumbuhan ekonomi terutama didorong oleh peningkatan input modal/investasi dan penambahan tenaga kerja," kata Bayu dalam keterangannya.

Mengacu data APO Databook 2025, kontribusi Total Factor Productivity (TFP) terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia hampir nol, sedangkan kontribusi TFP terhadap pertumbuhan ekonomi Vietnam mencapai 8 persen apalagi China mencapai 26 persen.

"Mulai sekarang kita harus lebih fokus untuk bersinergi meningkatkan produktivitas agar pertumbuhan 8 persen bisa kita capai secepatnya," ujar Bayu.

Liputan6


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini