Gelombang Kebangkrutan Nyata, Ramai Orang Obral & Over Kios!

Redaksi Redaksi
Gelombang Kebangkrutan Nyata, Ramai Orang Obral & Over Kios!
Foto: Suasana ITC Cipulir Mas yang kosong tanpa penghuni, Rabu (22/9/2021). (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)

JAKARTA - Kios-kios di pinggir jalan maupun pusat perbelanjaan kini banyak yang ditinggal pedagang, lalu diover sewa ke pedagang lain. Pandemi yang berkepanjangan banyak bisnis tengah sekarat. Biaya sewa yang tinggi tidak bisa diimbangi dengan pendapatan yang ada.

Salah satu kios yang tengah diover sewa berada di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di Jl. Bintan Raya Perumnas 3. Penyewa mengklaim tempatnya cocok dengan segala jenis usaha, karena berlokasi di jalan raya penghubung antar perumahan padat penduduk. Ia mematok harga sebesar Rp 5 juta hingga Februari 2022 mendatang.

"Disewakan kios baru murah (over kontrak), Ukuran 2,6m x 7m. Ada Kamar Mandi, air jet pump, folding gate," kata penyewa dilansir dari Olx, Rabu (4/11/21).

Kondisi oversewa kios ini marak berada di wilayah Jabodetabek. Selain Bekasi, di Tangerang juga tidak sedikit kios yang tengah dioversewa, di antaranya berada di Poris Indah. Luas kios ini sebesar 2,2m x 10m = 22m2. Sebelumnya kios ini digunakan untuk usaha kuliner snack fast food

"Harga over 4 bulan Rp 14 juta saja nego tipis, selanjutnya bisa diperpanjang langsung ke pemilik. Di over kontrak sisa 4 bulan lagi karena ada kesibukan yang lain," kata penyewa.

Selain bangunan kosong, ada juga usaha yang masih beroperasi namun tetap akan dioverkontrak, yakni sebuah warung dengan luas 4x3 m yang berada di Cakung Jakarta Timur. Penyewa sekaligus menawarkan isi di dalamnya yakni etalase besar 2, etalase rokok 1, Rak Chiki 5, Rak Besi 2, Timbangan manual, Tabung Gas 2, Galon 4, Freezer Es Krim AICE serta beberapa isi lain.

"Kontrak sampai Maret 2022 sebesar Rp 43 juta," sebutnya.

Fenomena semacam ini juga terjadi pusat perbelanjaan, atau mal. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja, mengungkapkan banyak ritel yang angkat kaki dari mal, namun penggantinya tidak ada saat ini.

"Keluar masuk penyewaan pusat perbelanjaan itu hal biasa karena ada masa sewa berakhir, ada yang nggak melanjutkan jadi normal. Yang jadi masalah bedanya saat normal banyak pengganti jadi ada yang keluar, pengganti cepat, sekarang nggak ada penggantinya," kata Alphonsus kepada CNBC Indonesia.

(sumber: CNBCIndonesia.com)


Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini