Stok Batu Bara PLN Minimal 100 Tahun

Redaksi Redaksi
Stok Batu Bara PLN Minimal 100 Tahun
net
images
JAKARTA, riaueditor.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta agar dapat memperdayakan batu bara sebagai sumber energi yang dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang. Pasalnya, Indonesia harus memiliki cadangan batu bara untuk waktu 100 tahun.

"Masa kita punya batubara terus nanti kita kesulitan batu bara. Itu harus dicadangkan batu bara untuk negara untuk listrik, minimal 100 tahun," kata Dahlan di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/1/2013).

Saat ini, lanjut Mantan Dirut PLN, sulit bagi pemerintah untuk membuat cadangan batu bara. Di mana, para pengusaha batu bara sangat sulit mendistribusikan batu bara kepada PLN jikalau harga batu bara dunia sedang baik. Sekalipun harus dikenakan denda lantaran tidak menyuplai batu bara ke PLN.

Oleh karena itu, Dahlan menuturkan harus adanya pengawasan mengenai penggunaan batubara, di mana diatur wilayah mana yang batu baranya untuk dijadikan cadangan dan tidak.

"Nggak papa kena denda, karena harga di luar negeri lebih mahal. sehingga kepetingan dalam negeri itu dikorbankan. ini yang disebut dengan security energi kenapa nggak dicadangkan wilayah ini batubaranya tidak boleh diapa-apakan kecuali untuk kelistrikan dalam negeri. Selama 100 tahun, so selama 100 tahun kita terjamin punya listrik punya yang murah," tambahnya.

Saat ini, lanjut Dahlan, Indonesia harus dapat memanfaatkan batubara sebagai cadangan untuk di masa mendatang. Di mana, seperti Amerika Serikat (AS) yang telah memanfaatkan Shell gas dan tidak menjualnya kepada negara lain.

"Tiongkok itu membeli minyak mentah kalau baik itu nggak untuk dipakai tapi untuk dimasukkan ke dalam tanah. Amerika juga begitu. Amerika itu impor minyak mentah belum tentu dipakai tapi untuk cadangan di dalam tanah," jelasnya.

Oleh karena itu, Dahlan mengungkapkan bahwa pemerintah harus dapat belajar dari persoalan yang pernah terjadi. Seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) yang menurut Dahlan telah berhasil menjajah Indonesia.

"untuk apa ada negara. kalau kepentingan rakyat nggak dijamin. Security itu betul untuk bensin. negara dengan cadangan energi nggak cukup dia nggak akan maju. Kita dijajah oleh BBM. masa kita nggak belajar dari situ," tutupnya.

(rez/wdi/okezone)

Tag:
Berita Terkait
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini