Sepekan Listrik di Kuala Kampar Tidak Normal

PLN Siapkan Mesin Genset dari Langgam
Redaksi Redaksi
Sepekan Listrik di Kuala Kampar Tidak Normal
ist.net
KUALAKAMPAR, riaueditor.com - Masyarakat di ibu kota Kecamatan Kuala Kampar, Kelurahan Teluk Dalam kecewa menyusul pemadaman listrik yang terjadi sepekan ini. Pasalnya mesin genset milik PLN mengalami kerusakan sehingga Listrik tidak kunjung normal dan dilakukan pemadaman bergilir.

"Sudah seminggu ini listrik di Kuala Kampar bermasalah, karena dilakukan pemadaman bergilir. Kondisi macam ini sangat merugikan masyarakat," ungkap Aan (37) warga setempat di Pangkalan Kerinci, Rabu (19/2).

Disebutkannya, listrik mulai dinyalakan pukul 17.30 WIB sampai 12.00 WIB dinihari. Lalu, ditempat yang berbeda menyala sampai pagi.

"Bagi warga yang sejak sore terkena pemadaman bergilir terpaksa menggunakan genset. Tahulah di Penyalai ini, 4 liter Solar Rp 50 ribu. Tentu dengan begini menambah beban kami sebagai pelanggan PLN," bebernya.

Sayangnya imbuh Aan bersama sejumlah warga Kuala Kampar lainnya, sampai kemarin belum ada kepastian dari pihak PLN, kapan listrik normal kembali. "Karena perkerjaan yang bergantung dengan listrik, kami mendesak PLN segera menghentikan pemadaman bergilir," ujarnya.

Masih kata warga, selama ini di Kelurahan Teluk dan sekitarnya setidaknya ada ribuan pelanggan PLN. Hanya saja, pelayanan perusahaan negara ini belum maksimal.

"Kenapa begitu, beberapa tahun lalu biasanya tiap hari Minggu listrik dinyalakan seharian, tapi itu tidak lagi. Jadi kami hanya menikmati listrik kurang lebih 12 jam atau saat ini 6 jam. Siang hari tak ada ceritanya pakai listrik kecuali pakai genset," paparnya sambil berharap listrik di Kuala Kampar menyala 24 jam.

Sementara itu Kepala Ranting PLN Pangkalan Kerinci yang baru Afrizal saat diminta keterangan di kantornya Rabu (19/2) mengungkapkan mesin milik PLN berkapasitas 500 KW dengan beban puncak 250 KW mengalami kerusakan bocornya selang radiator yang merembes ke mesin makanya terjadi over holl.

"Di Kuala Kampar ada 2 mesin genset satu milik PLN dan satunya milik Pemda. Kalau mesin genset Pemda beban puncak 150 KW jadi defisitnya 80 KW.Makanya dilakukan pemadaman bergilir untuk sementara," paparnya.

Namun demikian, untuk mengantisipasi perbaikan mesin PLN yang rusak, akan dibawa mesin genset milik Pemda yang sudah diserahkan ke PLN untuk dibawa ke Kuala Kampar. "Masalahnya sekarang air masih surut dan beban untuk membawa mesin tersebut juga ukuran besar.Dalam waktu dekat mesin tersebut akan sampai ke Kuala Kampar. Warga diharapkan untuk bersabar dan Kita juga tidak diam saja.Kondisinya saja sekarang yang tidak memungkinkan," terangnya.(JUL)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers riaueditor.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online riaueditor.com Hubungi kami: riaueditor@gmail.com
Komentar
Berita Terkini